Ini 7 Menteri yang Tak Nampak Kerjanya

Al Abrar    •    Senin, 11 May 2015 13:44 WIB
Ini 7 Menteri yang Tak Nampak Kerjanya
Kabinet Kerja. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Enam bulan setelah dilantik, kinerja para menteri di Kabinet Kerja terus disorot. Dari sorotan itu ada beberapa pembantu presiden yang kerjanya selama ini tak terlihat oleh publik.

Itu berdasarkan penilaian Political Communication Institute (PolcoMM Institute) yang mencoba mengkaji hasil kerja pemerintah Jokowi-JK melalui pemberitaan media massa. Dari analisis tersebut, ada tujuh menteri di Kabinet Kerja yang kinerjanya jarang diketahui publik.


Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Foto: Vitalis Yogi/Antara

Adapun tujuh menteri itu adalah Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. Lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise, serta Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

"Ini artinya apa yang dilakukan menteri selama enam bulan tidak diketahui publik," kata Direktur Eksekutif PolcoMM Institute Heri Budianto dalam diskusi publik bertajuk 'Kinerja dan dan Komunikasi Menteri Jokowi: Publik Tahu atau Tidak?', di Gren Hotel Alia, Cikini Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).


Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. Foto: Panca Syurkani/MI

Dari hasil kajian tersebut publik yang mengetahui Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dan kinerjanya hanya 0,2 persen. lalu Amran, Saleh, Nila Moelok, M Nasir, Yohanna dan Puspayoga ada di urutan buncit dengan 0,1 persen.

"Ini baru enam bulan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Namun menteri-menteri ini paling minim diketahui kinerjanya oleh publik. Ini bisa menjadi catatan ke depan di kabinet," jelas Heri.

Heri mengatakan berdasarkan surveinya tersebut bisa menjadi evaluasi bagi Presiden Jokowi jika memang ingin merombak menterinya.

"Jika ingin me-reshuffle semua kembali kepada Presiden Jokowi," tegasnya.


Menteri PPA Yohana Susana Yembise. Foto: Rommy Pujianto/MI

Diketahui, PolcoMM melakukan riset dan kajian dengan teknik pengumpulan data 32.047 berita dari 15 media massa nasional dengan periode pemberitaan selama enam bulan Sejak Oktber 2014-April 2015, dengan periode riset 1-7 Mei 2015.
(KRI)