PP Properti Targetkan Penjualan Tower Awal North East Rp150 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 May 2015 14:15 WIB
pp properti
PP Properti Targetkan Penjualan Tower Awal North East Rp150 Miliar
PP Properti Targetkan Penjualan Tower Awal North East Rp150 Miliar. Dok/Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PP Properti bakal meluncurkan penjualan tower pertama apartemen North East di wilayah pengembangan Grand Dharma Husada Lagoon, Surabaya. Pada awal penjualan tower pertama kali ini, perseroan menargetkan bisa meraih dana penjualan Rp150 miliar.

Direktur Operasional PP Properti Galih Saksono menjelaskan, perseroan menargetkan penjualan 175-200 unit apartemen di tower pertama atau setara 50 persen dari total unit yang ada di tower pertama. Setiap tower pertama sendiri akan dihuni 350-400 unit, dengan total pembangunan sebanyak 7 tower apartemen siap jual yang menyasar kelas ekonomi menengah.

"Untuk harga jualnya Rp17,5 juta meter per segi. Tower pertama 50 persen dari total unit ditargetkan pada tahun ini," ucap Galih, ditemui di Gedung Mandiri cabang Kebon Sirih, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Dia berharap, perseroan bisa mengantongi penjualan Rp8,5 triliun dalam menjual North East Tower. Lokasinya yang ada di Surabaya, lanjut dia, karena sangat cepat pertumbuhan kelas menengah dan juga pesatnya pembangunan infrastruktur di Surabaya.

Selain itu, Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto menambahkan, perseroan tengah menggarap proyek apartemen dan pusat kuliner di Serpong, Banten. Apartemen yang dibangun ini memiliki tema Ayoma, terdiri dari dua tower sudah mulai dipasarkan pada bulan April lalu, sedangkan untuk nilai investasinya bisa mencapai Rp 1 triliun. "Total ada 800 unit dan mulai dipasarkan April nanti. Targetnya selesai di 2019," tuturnya.

Dalam memperkuat portofolio bisnis, perseroan juga memiliki rencana untuk akuisisi perusahaan properti di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Perusahaan tersebut memiilki lahan seluas 2-3 hektar (ha). Di dalam area itu sudah terdapat properti komersial seperti mal dan juga hotel.

"Kami targetkan pada tahun ini, proses anorganik tersebut rampung dilaksanakan, namun hingga saat ini, PP Properti masih melakukan kajian atas aksi korporasi tersebut Disana ada mal yang bisa dikembangkan, lalu juga ada hotel," pungkas Indaryanto.


(WID)