Kopaja Disingkirkan, Dishub DKI: Belum Ada Perintah

Intan fauzi    •    Senin, 11 May 2015 14:29 WIB
basuki tjahaja purnama
Kopaja Disingkirkan, Dishub DKI: Belum Ada Perintah
Ilustrasi Kopaja menunggu penumpang. (Foto:MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyingkirkan Kopaja dari Ibu Kota dibantah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Angkutan umum itu tetap ada, namun armada akan direvitalisasi dan ditambah.
 
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Perkeretaapian Dishub DKI, Emanuel Kristanto mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima perintah dari Ahok terkait pemusnahan Kopaja.
 
"Sampai saat ini saya belum terima perintah. Kalau wacana merevitalisasi Kopaja sudah direncanakan sejak lama," kata Emanuel kepada Metrotvnews.com di kantornya Jalan Taman Jati Baru I, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).
 
Menurut Emanuel, maksud keinginan Ahok itu merujuk pada program revitalisasi angkutan umum yang sedang gencar dijalankan oleh Pemprov DKI. "Jangan salah pajam, gubernur hanya mau mengganti semua bus yang sudah jelek. Diganti bus besar, sehingga mampu membawa penumpang lebih banyak. Jadi tidak ada lagi Kopaja kecil,” ujarnya.
 
Untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna angkutan umum, Pemprov DKI akan melakukan perubahan. Pemprov mengajak pengusaha angkutan umum untuk bergabung dengan PT TransJakarta dengan menerapkan sistem rupiah per kilometer.
 
"Kami ingin merevitalisasi angkutan umum yang mau menggunakan sistem rupiah per kilometer. Maunya Pak Gubernur semua angkutan, bukan Kopaja saja. Sekarang sedang kami lakukan, mengganti bus sedang ke bus besar," kata Emanuel.
 
Sebelumnya, Ahok sempat menyatakan ingin menyingkirkan Kopaja dan menggantinya dengan bus ukuran Transjakarta. "Secara bertahap kami singkirkan mereka. Semua Kopaja kami ganti ukuran besar seperti TransJakarta. Jadi, enggak ada lagi bus ukuran seperti sekarang itu di Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat 8 Mei 2015.


(FZN)