Pengakuan Saksi yang mendapat USD90 Ribu dari Sutan Dinilai Janggal

Renatha Swasty    •    Senin, 11 May 2015 15:33 WIB
sutan bhatoegana
Pengakuan Saksi yang mendapat USD90 Ribu dari Sutan Dinilai Janggal
Yan Achmad Suef (tengah). Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana memberikan duit USD90 ribu kepada Direktur PT Dara Trasindo Eltra, Yan Achmad Suep. Menurut cerita Yan, duit diberikan lantaran tukar tambah mobil yang direncanakan keduanya dibatalkan Sutan.

Hal ini diungkap Yan saat bersaksi buat terdakwa Sutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. "Kan dia bilang mau tukar tambah mobilnya, tapi setelah dua bulan saya tagih tagih pak Sutan bilang enggak bisa. Dia bilang saya ganti uang saja USD90 ribu," kata Yan, Senin (11/5/2015).

Akhirnya, Sutan memberikan duit kepada Yan melalui orang suruhannya, Tono. "Sekitar November atau pertengahan Desember 2011," ujar Yan.

Pemberian uang itu, kata Yan, karena Sutan tak jadi menukar mobilnya. Awalnya, Sutan dan Yan sepakat menukar mobil masing-masing. Toyota Alphard dan sedan milik Sutan ditukar Toyota Alphard 2.4 AT tipe G yang sengaja dibeli Yan. Namun secara sepihak, Sutan membatalkan kesepakatan itu. Sutan, kata Yan, tak kunjung menyerahkan mobilnya. Yang ada, Sutan justru menyerahkan uang senilai USD90 ribu kepada Yan, melalui Tono, untuk mengganti uang Yan.

Pernyataan Yan dinilai janggal oleh hakim, sebab dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat diperiksa penyidik, Yan tidak pernah menyampaikan soal kesepaktan tukar tambah. Bahkan saat itu ia menyatakan kalau tidak pernah membayar mobil Alphard. Kendati terus dicecar, Yan menyatakan tak ingin memberitahu pada penyidik.

"Karena saya anggap udah selesai. Tidak terlintas untuk menyampaikan USD90 ribu," pungkas Yan.

Sebelumnya, Yan mengakui membelikan mobil Alphard buat Sutan. Mobil diberikan sebagai bentuk tukar tambah.


Sutan Bhatoegana. Foto: Rommy Pujianto/MI

Sutan didakwa dua dakwaan oleh Jaksa pada KPK. Pertama, ia didakwa menerima USD140 dari mantan Sekretaris Jenderal Energi Sumber Saya Mineral (ESDM) Waryono Karno. Pemberian itu terkait pembahasan APBN-P Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2013 di Komisi VII DPR.

Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf a subsidair Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf b lebih subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kedua, ia didakwa menerima Rp50 juta dari mantan Menteri ESDM Jero Wacik, USD200 dari Rudi Rubiandi, sebuah mobil Toyota Alphard dari pengusaha Yan Achmad, serta tanah dan rumah dari pengusaha Saleh Abdul Malik.

Atas perbuatannya, Sutan disangka melanggar Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 12 huruf B lebih subsider Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi


(KRI)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

45 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA