Tak Bisa Registrasi, Ketua DPC PD Berteriak di Hotel Shangri-La

Amaluddin    •    Senin, 11 May 2015 15:35 WIB
Tak Bisa Registrasi, Ketua DPC PD Berteriak di Hotel Shangri-La
Anggota KPPD mendatangi tempat registrasi peserta Kongres PD di Hotel Shangrilla Surabaya, Metrotvnews.com/ Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Dua ketua DPC Partai Demokrat (PD) berteriak saat mendatangi tempat registrasi Kongres PD di lantai 3 Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur. Keduanya memprotes lantaran tak bisa mendaftar dalam kongres partai berlambang mercy itu.

"Saya ini Ketua DPC. Ini saya bawa SK bahwa saya Ketua DPC. Bagaimana bisa saya tidak bisa registrasi," kata Ketua DPC Barito Timur, Pauluskia, sekira pukul 15.05 WIB, Senin (11/5/2015).

Aksi Pauluskia menarik perhatian wartawan yang hendak meliput kongres. Juru warta mendekat dan hendak mewawancarai Pauluskia.

Namun, panitia dan petugas pengamanan kongres menghadang. Panitia langsung menarik Pauluskia ke dalam sebuah ruangan untuk menuntaskan masalah tersebut.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara petugas yang mengamankan Pauliskia dengan juru warta yang hendak mewawancarai Pauluskia. Namun juru warta harus gigit jari, karena panitia sudah lebih dulu membawa Pauluskia.

Selain Pauluskia, seorang Ketua DPC lain pun melakukan aksi serupa yaitu Alex Raung dari Talawung, Sulawesi Utara. Mereka tak bisa melakukan registrasi di Kongres PD. Sebab, mereka dipecat dan diganti pejabat pelaksana tugas (Plt).

Pauluskia dan Alex Raung tergabung dalam kelompok Kaukus Penyelamat Partai Demokrat (KPPD). Kelompok itu beranggotakan 161 orang.

Kedatangan mereka ke Hotel Shangri-La untuk mempertanyakan kepesertaan dan hak menggunakan suara dalam kongres yang berlangsung di Surabaya tersebut. Mereka menuntut Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono memulihkan hak itu. Mereka menganggap surat pemberhentian Ketua DPC dan pengangkatan Plt tak sah secara hukum.
(RRN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA