Ingin Industri Padat Karya Tumbuh? Ini Catatan Investor Korsel

Annisa ayu artanti    •    Senin, 11 May 2015 17:35 WIB
investasi
Ingin Industri Padat Karya Tumbuh? Ini Catatan Investor Korsel
Ilustrasi. MI/Liliek Dharmawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, investor Korea Selatan (Korsel) meminta pemerintah Indonesia memerhatikan tiga faktor pendukung dalam pengembangan investasi di sektor industri padat karya.
    
Ketiga faktor tersebut yakni kebijakan tentang penentuan upah, jaminan keamanan dan kepastian hukum. "Apabila ketiga hal tersebut dapat dipenuhi oleh pemerintah, kami yakin investasi Korea Selatan di bidang padat karya akan semakin banyak yang masuk ke Indonesia," kata Franky dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/2015).

Permintaan tersebut disampaikan para investor Negeri Ginseng itu dalam kegiatan Investor Forum yang diselenggarakan BKPM bersama Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, yang merupakan bagian rangkaian kunjungan kerja pada 6-8 Mei 2015. "Dalam pertemuan tersebut juga diperoleh komitmen investasi sektor garmen di Jawa Tengah yang menyerap tenaga kerja sebanyak 4.000 orang," ucap dia.

Menurut Franky, pihaknya memang memberikan perhatian khusus untuk menarik investasi sektor padat karya karena angka pengangguran masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Agustus 2014
terdapat 7,24 juta orang yang dikategorikan pengangguran terbuka; 9,68 juta orang masuk kategori setengah penganggur; dan 26,09 juta orang yang bekerja paruh waktu.     

Sementara itu, pemerintah Jokowi-JK menargetkan adanya penciptaan lapangan kerja dua juta orang per tahun atau 10 juta selama periode 2015-2019. "Mau tidak mau, investasi bidang padat karya harus ditingkatkan karena elastisitas tenaga kerja kita menurun menjadi 160.000 tenaga kerja per 1 persen pertumbuhan pada tahun 2014 dari 450.000 tenaga kerja per 1 persen pertumbuhan pada tahun 2004. Tanpa adanya perkembangan investasi padat karya sangat sulit untuk mengatasi persoalan pengangguran," tuturnya.

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Indonesia. Sepanjang 2010 hingga Maret 2015, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia mencapai USD7,46 miliar dan menempati peringkat keempat setelah Singapura, Jepang dan Amerika Serikat.
    
Sedangkan dalam kunjungan BKPM ke Korea Selatan selama tiga hari itu, tercatat komitmen investasi investor Negeri Ginseng senilai USD9,7 miliar dari sektor industri petrokimia, gasifikasi batubara, farmasi, peternakan ayam dan industri pakan ternak, industri pengolahan jagung menjadi sirup fruktosa high corn


(WID)

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

22 minutes Ago

Anton mengaku menghubungi salah satu panitera, Siswanti, untuk meminta tolong mencarikan BAP mi…

BERITA LAINNYA