Menteri PPN Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Provinsi Jeblok

Husen Miftahudin    •    Senin, 11 May 2015 20:08 WIB
pertumbuhan ekonomibappenas
Menteri PPN Sebut Pertumbuhan Ekonomi 8 Provinsi Jeblok
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Andrinof A Chaniago. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, sebanyak delapan provinsi mengalami pertumbuhan ekonomi yang jeblok. Menurut dia, hal ini karena daerah tersebut hanya bergantung pada tersedianya sumber daya alam (SDA).

"Kami mencoba mengidentifikasi dan menyimpulkan bahwa tujuh hingga sepuluh daerah di Indonesia yang mengalami drop beberapa tahun belakangan itu bergantung pada SDA," ungkap Andrinof, ditemui di kantornya, Jalan Taman Surapati, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015).

Maka itu, pihaknya terus membangun ekonomi yang berkualitas dengan berbasis pada pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu cara, sebut dia, adalah dengan membangun kawasan industri dan pusat-pusat pelatihan serta pedidikan agar terjadi transformasi ekonomi ke daerah-daerah tersebut.

Andrinof meyakini, dengan transformasi ekonomi, Indonesia akan memulai babak baru sebgai negara dengan ekonomi yang kuat dan berkualitas. SDA yang tersisa, papar dia, harus diperdayakan secata cerdas dan cermat.

"SDA yang tersisa harus manfaatkan secara cerdas dan cermat untuk membawa ekonomi kita menjadi ekonomi yang kuat, kokoh, berdaya saing untuk mengantarkan kita pada negara yang berlandaskan kemandirian," pungkas Andrinof.

Sebagai informasi, dalam catatan Bappenas, daerah-daerah yang memili pertumbuhan ekonomi yang di bawah rerata nasional adalah Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barar, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

14 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA