Sukardi Rinakit: Tim Komunikasi Bukan Jubir Presiden

Desi Angriani    •    Senin, 11 May 2015 20:44 WIB
kabinet jokowi-jk
Sukardi Rinakit: Tim Komunikasi Bukan Jubir Presiden
Sukardi Rinakit. Foto: Fanny Octavianus/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menunjuk Teten Masduki dan Sukardi Rinakit untuk mengonsolidasikan tim komunikasi kepresidenan. Sukardi menolak jika dia dan Teten berfungsi sebagai Juru Bicara Presiden.

"Kami bukan jubir," ucap Sukardi melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/5/2015) malam.

Surkardi menjelaskan, tugasnya bersama Teten adalah mencari informasi terkini untuk kemudian disampaikan ke Presiden. "Kami membantu komunikasi publik Presiden. Tugas kami adalah melakukan update dan isu-isu strategis harian yang menjadi isu publik dan keprihatinan bersama," tutur dia.

"Update itu untuk Presiden. Biar beliau selalu mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan teranyar," lanjut pria yang sebelumnya menjabat Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara itu.

Hingga kini, kata dia, Jokowi belum akan menunjuk seorang juru bicara yang bertugas untuk menyampaikan pernyataan atau informasi atas nama presiden.

"Kebijakan Presiden sampai hari ini adalah seluruh menteri adalah jubirnya. Karena mereka mengetahui langsung program kebijakan yang diambil dan progress implementasinya," pungkas Sukardi.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengatakan, surat keputusan presiden terkait pembentukan tim komunikasi presiden sudah diterbitkan. Sekaligus diangkat dua orang staf khusus untuk mengelola tim baru yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden Jokowi tersebut.

"Staf khusus presiden ada dua orang, Pak Teten Masduki dan Pak Sukardi Rinakit. Mereka berdua yang mengkonsolidasikan tim komunikasi presiden," jelas Andi di Auditorium Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta.

Teten Masduki adalah penggiat antikorupsi yang dalam Pilpres 2014 bergabung dalam tim pemenangan Jokowi-JK. Saat ini Teten merupakan staf khusus Sekretaris Kabinet RI.

Sukardi Rinakit adalah pengamat politik yang sempat menjadi Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS). Di dalam pemerintahan Jokowi-JK, pria kelahiran Madiun yang akrab dipanggil Cak Kardi ini adalah Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara dengan tugas pokok menyusun pidato Presiden Jokowi.


(KRI)

KPK Pertimbangan <i>Second Opinion</i> Soal Setnov

KPK Pertimbangan Second Opinion Soal Setnov

1 hour Ago

KPK masih mempertimbangkan keterangan dokter atau pihak IDI terkait perawatan kesehatan yang se…

BERITA LAINNYA