Menteri PPN: Penyediaan Listrik Daerah Masih Timpang

Husen Miftahudin    •    Selasa, 12 May 2015 07:54 WIB
listrik
Menteri PPN: Penyediaan Listrik Daerah Masih Timpang
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyediaan tenaga listrik sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Pasalnya, dengan dukungan energi listrik, industri-industri di daerah tersebut akan semakin bergairah mengingat listrik merupakan salah satu komponen berjalannya suatu industri.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Andrinof Chaniago mengakui hal tersebut. Bahkan, sebut dia, penyediaan energi listrik di Indonesia masih timpang, padahal pemerintah sendiri meminta daerah tersebut menggenjot pertumbuhan ekonomi.

"Kalau kita perhatikan dalam soal kelistrikkan. Sangat kontras antara persediaan per kapita di Jawa dan persediaan listrik di Maluku Utara. Itu menyedihkan juga," ungkap Andrinof ditemui di kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2015) malam.

Selain itu, tambah dia, penyediaan listrik memiliki dampak yang sangat luas terhadap pembangunan perekonomian suatu daerah. Hal ini karena setiap sektor industri sangat membutuhkan listrik untuk menjalankan perekonomian di daerah.

"Ini urusan pembangunan. Walaupun populasi di daerah itu sedikit, tetapi kalau masyarakat tidak dilayani oleh listrik dan Puskemas serba kekurangan, maka daerah itu masih menjadi daerah pedalaman," papar Andrinof.

Pihaknya menyadari, ruang fiskal yang dimiliki pemerintah saat ini sangat minim. Sehingga, posisi pembangunan yang ada menjadi serba salah. "Kondisinya seperti sarung yang menggantung. Ditarik ke atas muncul kaki, ditarik ke bawah muncul pusar. Jadi harap dimaklumi ketika pengalokasian anggaran masih sangat selektif," tutur dia.

Maka itu ia meminta agar para gubernur menyadari bahwa ruang fiskal yang ada tak mencukupi seluruh kebutuhan pembangunan daerah.

"Jadi harap dimaklumi kalau ada usulan yang kita setuju tapi kemudian terpaksa kita sortir karena kemampuan fiskal kita masih terbatas dan ternyata kita masih punya banyak persoalan yang masih harus ditangani," pungkas Andrinof.


(AHL)