Saat Demokrat Kongres, Jero Diperiksa Sebagai Tersangka

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 12 May 2015 11:11 WIB
jero wacik
Saat Demokrat Kongres, Jero Diperiksa Sebagai Tersangka
Jero Wacik saat ditahan-----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menjalani pemeriksaan perdana usai ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan pemerasan di lingkungan Kementerian ESDM.

Jero tiba sekitar pukul 10.10 WIB. Dia nampak mengenakan rompi tahanan berwarna oranye tahanan. Namun, suami Trisnawati itu tak berkomentar sama sekali. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu memilih melempar senyum saat disinggung dirinya absen dalam pelaksanaan Kongres Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menerangkan, Jero akan diperiksa sebagai tersangka. "Dia akan diperiksa sebagai tersangka," kata Priharsa saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2015).

Diduga, Jero akan dikorek keterangan seputar dugaan pemerasan yang dia lakukan terhadap pegawai dan rekanan Kementerian ESDM. Duit hasil perasan itu kemudian digunakan Jero buat menutupi anggaran dana operasional menteri.

Sebagian dana disebut-sebut digunakan buat membiayai kebutuhan pribadi Jero seperti bermain golf dan membeli mobil yang diklaim untuk keperluan dinas. Bahkan, ada duit yang diduga dialirkan ke pihak-pihak lain.

Namun, Priharsa mengaku tak tahu detail materi yang akan ditanyakan kepada Jero. Dia menyebut, pemeriksaan ini buat melengkapi berkas penyidikannya. "Diperiksa guna keperluan pemberkasan," imbuh Priharsa.

Diketahui, Jero sudah ditahan pada Selasa 5 Mei lalu. Dia ditahan usai diperiksa hampir sembilan jam dan langsung digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang.

Jero sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam sejumlah kegiatan di Kementerian ESDM saat menjabat sebagai menteri  periode 2011-2013 pada 3 September 2014 lalu. Ia diduga memeras untuk memperbesar dana operasional menteri (DOM).

Jero kemudian dijerat pasal 12 huruf e atau pasal 23 Undang-undang No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 jo pasal 421 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Jero diketahui juga terlibat kasus dugaan korupsi saat menjabat menjadi menteri kebudayaan dan pariwisata. Dalam kasus menbudpar, Jero ditetapkan sebagai pesakit sejak 6 Februari lalu. Mantan menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp7 miliar.

Dia dijerat dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001. Pasal itu mencantumkan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.


(TII)