Beri Efek Jera, Pelaku Prostitusi Akan Dipidana

Meilikhah    •    Selasa, 12 May 2015 11:48 WIB
prostitusi onlineprostitusi artis
Beri Efek Jera, Pelaku Prostitusi Akan Dipidana
Kadiv Humas Polri Brigjen Pol. Anton Charliyan (kanan). (Foto:Antara/Hafidz)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri merumuskan peraturan yang dapat memberikan sanksi berat kepada mucikari dan pelaku prostitusi. Meski baru sebatas rumusan, pidana yang akan dikenakan diharapkan mampu memberi efek jera bagi semua pihak yang terlibat prostitusi.
 
"Sedang didalami. Sementara masih gunakan pasal tentang mucikari, nanti kita formulasikan apakah akan dikenakan pasal 55 turut serta, kami akan rumuskan dengan jaksa penuntut umum," kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Anton Charliyan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2015)
 
Anton mengakui, Polri kesulitan menjerat pelaku prostitusi. Sebab, belum ada pasal pidana yang bisa menjerat mereka. Meski begitu, tak menutup kemungkinan pelaku prostitusi seperti AA bisa dijerat pasal pidana.
 
"Kami formulasikan. Ada kriminal justice sistem, bagaimana dilihat dari hukumnya apakah bisa masuk pasal 55, 56 kita lihat. Tak menutup kemungkinan dipidana," jelas Anton.
 
Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan berhasil membongkar kasus prostitusi online yang melibatkan artis dan model. Kasus tersebut terbongkar setelah polisi berhasil menangkap artis AA, bersama mucikarinya, RA, pada Jumat, 8 Mei, malam di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.
 
Menurut pengakuan RA, artis atau model yang berada di bawah naungannya dibayar dengan harga Rp 80 juta hingga Rp 200 juta per tiga jam
 
Beberapa barang bukti diamankan petugas seperti uang tunai Rp45 juta, dua pakaian dalam, dan satu unit HP Blackberry. Tersangka RA dikenakan pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan.


(FZN)