Puluhan Mahasiswa UGM Desak Bertemu Presiden Jokowi

Patricia Vicka    •    Selasa, 12 May 2015 11:58 WIB
unjuk rasa
Puluhan Mahasiswa UGM Desak Bertemu Presiden Jokowi
Foto: Pembacaan surat terbuka BEM KM UGM untuk Presiden Joko Widodo/MTVN_Patricia Vicka

Metrotvnews.com, DI Yogyakarta: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) membuat surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Mereka mendesak bertemu Presiden Jokowi untuk berdiskusi berbagai masalah negara.

Surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Jokowi itu dibacakan oleh perwakilan BEM KM UGM di Bundaran UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5/2015), pukul 10.00 WIB.

"Kami mohon diadakannya dialog tatap muka langsung dengan bapak Jokowi kepada entitas mahasiswa Indonesia tanpa tameng wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) di dalamnya," kata koordinator aksi sekaligus Ketua BEM KM UGM, Satria Triputra Wisnumurti di Bundaran UGM, DI Yogyakarta, Selasa siang.

Mahasiswa akan menyampaikan kritik, saran, dan solusi dalam sejumlah masalah negara dalam diskusi itu. Menurut mereka kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan penjualan aset ke negara lain bukan solusi tepat untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Kami melihat akhir-akhir ini kondisi sosial, politik, hukum, dan ekonomi Indonesia sedang tidak baik. Seperti kenaikan harga BBM, kenaikan harga bahan pokok, dan penjualan aset ke asing. Kami ingin memberikan aspirasi yang kami dapat dari berbagai elemen masyarakat dan menyampaikan solusi," ujarnya.

Salah satu solusi yang akan mereka sampaikan adalah menyerahkan pengelolaan ladang minyak ke perusahaan nasional. "Kalau lapangan minyak kita dikelola asing maka harga minyak kita bisa lebih murah," kata Satria.

Para mahasiswa berharap Presiden Jokowi mau menemui mereka. Apabila hingga 18 Mei 2015 nanti presiden tidak mau bertemu, para mahasiswa akan menggelar unjuk rasa besar-besaran secara nasional.


(TTD)