Dongkrak Wisata Halal, Begini Saran Menpar Arief

Gabriela Jessica Restiana Sihite    •    Selasa, 12 May 2015 11:59 WIB
pariwisata islami
Dongkrak Wisata Halal, Begini Saran Menpar Arief
Wisata syariah. MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan status penduduk muslim terbesar di dunia dan kekayaan alam yang besar, Indonesia memiliki potensi pariwisata halal (halal tourism) yang juga besar. Namun, potensi itu nyatanya masih kurang ditumbuhkan, sehingga wisata halal Tanah Air masih dilihat kurang berkontribusi besar.

Nyatanya, market share atau sumbangan wisata halal Indonesia hanya sebesar 1,2 persen dari total market share wisata halal dunia atau senilai USD1,7 miliar pada tahun lalu. Market share wisata halal sedunia sendiri pada tahun lalu senilai USD200 miliar.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan angka itu jauh lebih kecil ketimbang market share wisata halal di Thailand dan Malaysia yang bisa mencapai 25 persen dan 24 persen dari total penerimaan devisa di negara masing-masing.

Pemerintah menargetkan market share wisata halal Indonesia bisa naik menjadi 2,5 persen dari total market share wisata halal dunia pada 2020 atau senilai USD5 miliar.

"Target penerimaan devisa kita di 2020 sebesar USD20 miliar dan USD5 miliar dari halal tourism," ujar Arief saat membuka acara FGD Halal Tourism dan Lifestyle 2015 di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Untuk mencapai target itu, kata Arief, para pelaku usaha di sektor pariwisata harus mengedepankan konteks. Yang dimaksud konteks olehnya ini ialah jenis usaha untuk dikembangkan dalam wisata halal nasional. Menurutnya, jenis wisata kuliner masih merupakan jenis usaha yang berprospektif cemerlang untuk wisata halal. "Kenapa food dulu? Karena food merupakan basic need dan 90 persen penduduk kita masih melihat apakah makanan itu halal atau tidak," cetusnya.

Selain itu, dia mengatakan fashion bisa menjadi jenis usaha yang patut dikembangkan, terlebih untuk wisata halal. Dia mengklaim kebutuhan akan pakaian masih menempati urutan kedua dalam hal kebutuhan wisata halal, yakni 50 persen.

Sementara hotel menempati urutan ketiga baginya untuk dikembangkan sebagai penyokong wisata halal nasional.

"Dari konteks tadi, tentukan targetnya. Kita harus tumbuh lebih besar dari pasar dan pesaing terdekat kita. Oleh karena itu, kita menargetkan 25 persen tadi untuk market share wisata halal terhadap penerimaan devisa kita," ujarnya

Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sapta Nirwandar mengatakan melalui FGD ini, pihaknya akan mencoba untuk mendorong sektor riil wisata halal untuk lebih berkembang. "Kita aktif di perbankan dan keuangan. Semoga MES bisa mendorong keuangan dan perbankan untuk mendorong sektor riil," tukasnya.
(WID)