Dirut PT Indoasia Cemerlang Diperiksa Terkait Kasus Adriansyah

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 12 May 2015 12:25 WIB
adriansyah
Dirut PT Indoasia Cemerlang Diperiksa Terkait Kasus Adriansyah
Adriansyah saat hendak ditahan KPK----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Pelayanan (Dirut) PT Indoasia Cemerlang Bella Kartika Novita diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (12/5/2015). Dia akan diminta keterangan dalam kasus dugaan suap PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang menjerat anggota DPR Adriansyah.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AH (Direktur PT MMS Andrew Hidaya)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publik KPK Priharsa Nugraha di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa siang.

KPK juga memanggil Direktur PT Indoasia Cemerlang Yan Pratama Adisaputra dan karyawan PT MMS Ayu Neni Farhaeni. Keduanya diperiksa untuk tersangka AH. Sementara, seorang wiraswasta bernama Rudie diperiksa untuk tersangka A.

PT Indonasia Cemerlang adalah perusahaan yang mendapat izin usaha pertambangan dari Adriansyah pada 2009. PT MMS yang dimiliki Andrew Hidayat kemudian menjadi subkontraktor dari PT Indoasia Cemerlang.

Penyidik diduga ingin mengorek proyek apa saja yang dikerjakan PT MMS dari PT Indoasia Cemerlang. Sebab belakangan terungkap, PT MMS menyuap buat usaha lain yang dijalankan PT Global Prima Sukses. Usaha tersebut diduga juga untuk menjadi subkontraktor PT Indoasia Cemerlang.

Sebagai subkontraktor, PT MMS berkepentingan melanjutkan usaha tambang batu bara. Namun, izin mereka hampir habis pada 2015. Andrew diduga mengeluarkan fulus buat mendapat perpanjangan izin.

Kendati demikian, Priharsa belum bisa memastikan materi pemeriksaan terhadap para tersangka. "Yang pasti saksi dipanggil karena keterangannya dibutuhkan penyidik," tegas dia.

KPK menangkap tangan Andrew dan Adriansyah pada Kamis, 9 April. Andrew dicokok di kawasan Senayan, Jakarta. Sedangkan Ardiansyah yang merupakan kader PDIP ditangkap di Bali saat Kongres partainya berlangsung.

KPK mengamankan sejumlah uang dalam operasi itu. Uang tersebut terdiri dari pecahan seribu dollar Singapura sebanyak 40 lembar, 485 lembar pecahan Rp100 ribu, lalu 147 lembar pecahan Rp50 ribu.

Andrew dikenakan Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 64 Ayat-1 KUHP.


(TII)