Asippindo Optimistis Beri Penjaminan Rp100 Triliun bagi UMKMK

Antara    •    Selasa, 12 May 2015 15:25 WIB
umkm
 Asippindo Optimistis Beri Penjaminan Rp100 Triliun bagi UMKMK
Ketua Asippindo Diding S Anwar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) optimistis dapat memberikan penjaminan dengan kapasitas modal mencapai lebih dari Rp100 triliun pada 2015 untuk membantu memenuhi penyaluran kredit di sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).

"Untuk tahun ini kami yakin bisa mencapai volume penjaminan lebih dari Rp100 triliun," kata Ketua Asippindo Diding S Anwar, di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Didin menuturkan, mayoritas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih kesulitan mengakses permodalan. Kendati memiliki kelayakan usaha, namun banyak pelaku UMKM dinilai tidak bankable oleh perbankan sehingga sulit memenuhi persyaratan kredit, misalnya faktor agunan.

"Kategori unbankable oleh perbankan membuat banyak pelaku usaha UMK belum didekati perbankan karena dinilai memiliki risiko tinggi dalam pengembalian modal," ujar Diding.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM 2014, jumlah pelaku UMKM dalam kluster pertama yaitu usaha produktif belum layak dan belum layak kredit (unfeasible dan unbankable) mencapai 35,49 juta unit usaha dan kluster kedua yaitu usaha produktif layak tapi belum layak kredit (feasible but unbankable) sebanyak 15,21 juta unit usaha.

Sebagai asosiasi yang bergerak di bidang penjaminan, lanjut Diding, pihaknya terus menggaungkan sosialisasi dan pentingnya penjaminan. 

Penjaminan mampu memastikan industri keuangan untuk tak khawatir terhadap ancaman kredit macet sehingga stabilitas kinerja keuangan tetap terjaga.  "Di sini pentingnya peran anggota Asippindo dalam menjembatani pelaku UMKMK dengan lembaga keuangan," kata Diding.

UMKMK merupakan kelompok ekonomi terbesar dalam perekonomian saat ini. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2014 mencatat sebanyak 99 persen dari 57,54 juta pelaku usaha di Indonesia masuk di sektor tersebut. UMKMK juga mampu berkontribusi sebesar 59,08 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap 97,16 persen tenaga kerja di Tanah Air.



(ABD)