Tarif Mahal, Warga Depok Tinggalkan Angkot

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 12 May 2015 16:07 WIB
angkot
Tarif Mahal, Warga Depok Tinggalkan Angkot
Angkot di Terminal Depok (Foto: MI/ Bary Fatahilah)

Metrotvnews.com, Depok: Murahnya kredit sepeda motor dan mahalnya tarif bus sedang di Kota Depok membuat warga beralih ke roda dua dan KRL. Akibatnya, banyak perusahaan oto bus yang gulung tikar dan beberapa trayek ditutup.
 
"Banyak yang naik motor dan KRL, coba bayangkan, suami istri naik angkot berdua sekali naik Rp 10 ribu sampai Pasar Minggu, dikali 25 hari. Itu kalau tidak transit nyambung angkutan lain sampai ke kantor. Mereka lebih milih naik motor, lebih cepat lebih murah," kata Kepala Terminal Depok, Reynald Jhon saat ditemui Metrotvnews.com, di Terminal Depok, Selasa (12/5/2015).
 
Beralihnya warga, membuat jumlah angkot yang lewat Terminal Depok menurun. "Tidak ada penambahan angkot sejak tahu 2004, penumpangnya tidak ada. Warga yang kerja di Jakarta lebih memilih naik KRL. Lebih cepat dan tak kena macet," ujarnya.
 
Selain itu, banyak angkot yang sudah tidak laik jalan sehingga tidak mendapat izin operasi. "Umur angkot banyak yang lebih 10 tahun. Tapi masih dikasih waku satu tahun untuk mengurus izin angkotnya," katanya.
 
Hal ini dibenarkan Renato, 24, warga Depok yang bekerja di daerah TB Simatupang mengaku lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkot. "Lebih pilih naik motor, naik angkot bisa 1,5 jam baru sampai kantor. Mending naik motor setengah jam sampai," ujarnya.
 
Penurunan armada terjadi sejak tahun 2004, dari 3 ribu unit, kini tinggal 2200 yang masih yang teridentifikasi di Terminal Depok.


(FZN)