Menko Maritim Susah Bayangkan Indonesia Masuk OPEC Lagi

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 12 May 2015 18:15 WIB
opec
Menko Maritim Susah Bayangkan Indonesia Masuk OPEC Lagi
Ilustrasi. Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo memberi sinyal tidak sepenuhnya mendukung Indonesia tahun ini untuk bergabung di Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC). Pasalnya, Indonesia kini termasuk negara net importir.

"Kita bisa ekspor tidak kira-kira? Kalau ada organisasi gas exporter mungkin iya, itu kan petroleum," kata Indroyono di kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (12/5/2015).

Indroyono mengungkapkan, belum terbayang Indonesia bergabung kembali di OPEC meski sebagai peninjau (observer). "Jadi saya tidak kebayang, saya masih mikir saja," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, produksi minyak di Indonesia sekitar 600 ribu-700 ribu barel per hari (bph), sedangkan kebutuhan Indonesia 1,3 juta bph. Hal itulah yang menurutnya alasan Indonesia masih membutuhkan impor minyak dalam jumlah banyak.

"Produksi minyak kita 600 ribu-700 ribu barel per hari, kebutuhan kita 1,3 juta, berarti kan harus impor, atau banyak diversifikasi energi," cetusnya.

Dia mengaskan sekali lagi bahwa OPEC merupakan organisasi pengekspor minyak. "OPEC itu exporter," tegas dia.

Sekadar informasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said pernah mengatakan akan mempertimbangkan kembali Indonesia untuk bisa bergabung kembali ke OPEC tahun ini.

Hal itu dengan tujuan untuk memudahkan Indonesia belajar dengan negara-negara OPEC dalam mekanisme pengadaan minyak. Pasalnya, saat ini menurut Sudirman, pembeli dan penjual minyak di Indonesia memiliki jarak (gap) yang cukup jauh sehingga tidak ada keuntungan yang didapat.


(WID)