Indonesia Sumbang 51% Minyak CSPO Dunia

Antara    •    Selasa, 12 May 2015 19:44 WIB
kelapa sawit
Indonesia Sumbang 51% Minyak CSPO Dunia
Kelapa sawit (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia menjadi negara produsen CSPO atau minyak kelapa sawit berkelanjutan bersertifikat yang menyumbang sebanyak 51 persen dari total produksi CSPO global.

"Volume CPSO secara global dari Januari hingga 7 Mei tahun ini mencapai satu juta ton lebih dan Indonesia menjadi negara terbesar memproduksi minyak kelapa sawit berkelanjutan bersertifikat," kata Direktur Roundtable on Sustainable Palm Oil Indonesia Desi Kusumadewi, saat jumpa pers, di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Menurut dia, dengan capaian itu seharusnya menjadikan Indonesia sebagai kiblat bagi negara lain, bagaimana berkomitmen untuk membangun industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Roundtable on Sutainable Palm Oil adalah perkumpulan para pemangku kekuasaan yang bergerak di industri kelapa sawit, mulai dari perkebunan, pabrik.

Mereka mencoba memecahkan masalah lingkungan dan sosial yang sering meliputi industri kelapa sawit. "Sebanyak 54 persen masalah penebangan hutan secara liar, 26 persen emisi gas dan masalah sosial lainnya menjadi masalah utama yang sering disandingkan dengan industri kelapa sawit," kata Desi.

Untuk itu, lanjut Desi, dengan adanya sertifikat kelapa sawit berkelanjutan menjamin bahwa industri yang dijalankan tidak memakai lahan yang ilegal, tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Saat ini anggota RSPO mencapai 2.196 orang, sebanyak 134 dari penanam, 372 dari pemroses dan pedagang, 489 dari pabrik barang jadi, 60 dari ritel, 13 dari bank, 29 dari NGO lingkungan, 12 NGO sosial, 982 dari asosiasi rantai pasokan, dan 106 dari organisasi dan grum manajer rantai pasokan.

Dia mengatakan sampai 2014 telah ada sebanyak 10 juta ton yang memproduksi minyak kelapa sawit CPSO. Namun, pemakaiannya masih sekitar 48.6 persen. "Kita tetap harus mendorong agar pemakaian CSPO ini semakin bertambah," pungkas dia.


(ABD)