Kasatpol PP: Tak Semua Jembatan Boleh Digunakan PKL

Ilham wibowo    •    Selasa, 12 May 2015 19:59 WIB
pkl
Kasatpol PP: Tak Semua Jembatan Boleh Digunakan PKL
Kasatpol PP DKI Kukuh Hadi Santoso. (Foto: MTVN/Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak semua jembatan dan trotoar boleh digunakan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL).
 
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Koprasi, UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, camat serta lurah setempat untuk mendata siapa saja dan lokasi mana saja dapat digunakan untuk PKL.
 
"Kami sedang tunggu laporan dari dinas UMKM, tidak sembarangan PKL boleh berjualan di bawah jalan layang, hanya yang terdata saja, lokasi yang digunakan akan ditentukan," kata Kukuh saat ditemui Metrotvnews.com di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
 
Kukuh mengatakan, pihaknya menertibkan PKL yang melanggar peraturan. Ia hanya mentolerir PKL yang terdaftar dan menempati lokasi yang sudah ditentukan. Siapa saja orang yang berhak menempati dan jenis usaha apa yang akan diperjualbelikan, harus mendapat izin dari Suku Dinas UMKM, Camat dan Kelurahan setempat.
 
"Jika berjualan diluar data dari UMKM, saya tindak. Kalau aturannya tidak diperbolehkan kami angkut mereka," kata Kukuh.
 
Ia menegaskan, Satpol PP akan bergerak sesuai Perda dan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta. "Selama tidak melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 dan ada SK Gubernur, kami tidak akan bertindak. Namun, kalau sudah melanggar aturan, tentu tak dapat dibiarkan,” ujarnya.
 
Kukuh menuturkan, jangan sampai PKL mengganti lahan publik menjadi hunian permanen dengan dalih melakukan kegiatan usaha. "Pertama ada satu dua orang, lama lama jadi rumah permanen.Itu akan mengganggu konstruksi jalan layang," katanya.


(FZN)