Dagang di Kolong Jembatan, PKL Wajib Punya Rekening Bank DKI

Ilham wibowo    •    Selasa, 12 May 2015 20:20 WIB
pkl
Dagang di Kolong Jembatan, PKL Wajib Punya Rekening Bank DKI
Kepala Suku Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jakarta Timur, Arfian. (Foto:MTVN/Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan semua PKL yang menempati kolong jalan layang dan trotoar membuka rekening Bank DKI. Rekening harus digunakan PKL untuk membayar restribusi.
 
Kepala Suku Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Jakarta Timur, Arfian mengatakan, hanya kolong jalan layang yang aman dan tidak menghambat arus lalu lintas bisa digunakan PKL.
 
"Tidak semua lahan di bawah jalan layang bisa digunakan untuk PKL, harus memperhatikan keamanan dan pertimbangan estetika," kata Arfian saat ditemui Metrotvnews.com di Gedung Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (12/5/2015).
 
PKL yang boleh berjualan di bawah jalan layang adalah PKL lama dan telah terdata. Seperti, di bawah jalan layang Pasar Rebo dan sekitar Terminal Kampung Rambutan, Pemkot Jakarta Timur akan menata PKL dengan membagi petak-petak lahan sebagai batasan lahan agar nyaman untuk berjualan dan tidak mengganggu.
 
"Di Pasar Enjo, di bawah jalan layangnya banyak pedagang yang kita tata dengan dikenakan retribusi menggunakan auto debet dari bank," ujarnya.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membuat kebijakan yang bertentangan dengan sikapnya dulu. Selain mempersilakan pedagang kaki lima berjualan di trotoar dan jembatan penyeberangan orang (JPO), kini PKL diizinkan jualan di bawah jalan layang.


(FZN)