Warnet dan Jalan Protokol Bandung Target Operasi Prostitusi

Roni Kurniawan    •    Selasa, 12 May 2015 21:40 WIB
prostitusi online
Warnet dan Jalan Protokol Bandung Target Operasi Prostitusi
Ilustrasi PSK. Foto: MI/Atet Dwi

Metrotvnews.com, Bandung: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung terus melakukan operasi ke beberapa tempat yang dicurigai menjadi praktek prostitusi. 

Selain hotel dan indekos, Satpol PP juga menyasar sejumlah warung internet yang diduga menjadi sarana melakukan transaksi bisnis haram tersebut.

Menurut Kasatpol PP Kota Bandung, Eddy Marwoto, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan operasi praktik prostitusi serta razia yustisi. Hal itu dilakukan karena Kota Bandung kini menjadi magnet bagi warga di luar Kota Bandung untuk mengadu nasib.

"Kita akan koordinasi dengan Disdukcapil karena ini menyangkut operasi yustisi yang nanti kita ada di dalamnya. Selain ke tempat-tempat kos, operasi berlanjut ke tempat-tempat warnet dan tempat lain yang diduga kerap dipakai sebagai tempat praktik prostitusi,” ujar Eddy, kepada awak media, Selasa (12/5/2015).

Selain tempat-tempat tersebut, lanjut Eddy, pihaknya pun akan rajin melakukan operasi di beberapa ruas jalan di Kota Bandung yang sering dipakai PSK menjajakan diri. Terutama di kawasan Alun-alun Kota Bandung yang meliputi Jalan Asia-afrika, Jalan Sudirman, Jalan Kepatihan, Jalan Dalem Kaum, Jalan Dewi Sartika serta di Jalan Braga.

"Kita patroli keliling Bandung setiap malam ke jalan protokol. Pengawasannya terus menerus karena tidak jarang mereka (PSK) sering nongkrong di kawasan tersebut (sekitar alun-alun)," pungkasnya.

Operasi yang dilakukan Satpol PP Kota Bandung dilakukan seiring dengan maraknya praktek prostitusi di Kota Bandung. Beberapa waktu lalu, para pelaku prostitusi online di Kota Bandung berhasil diamankan jajaran kepolisian Polrestabes Bandung di salah satu hotel di jantung Kota Bandung.



(UWA)

KPK Pertimbangan <i>Second Opinion</i> Soal Setnov

KPK Pertimbangan Second Opinion Soal Setnov

1 hour Ago

KPK masih mempertimbangkan keterangan dokter atau pihak IDI terkait perawatan kesehatan yang se…

BERITA LAINNYA