Marwan Bertekad Hidupkan Lagi Program Transmigrasi

Mohammad Adam    •    Selasa, 12 May 2015 21:42 WIB
desa tertinggal
Marwan Bertekad Hidupkan Lagi Program Transmigrasi
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Foto:MI/Rommy Pujianto.

Mentrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menyatakan bahwa pembahasan mengenai pengembangan kawasan pedesaan tak bisa dilepaskan dari peran transmigrasi.

Menurut Marwan, jejak sejarah transmigrasi di Indonesia sempat menorehkan tinta emas dengan keberhasilannya menciptakan desa-desa baru bahkan memiliki andil besar terbentuknya dua provinsi baru di Indonesia. Ia pun bertekad untuk menghidupkan kembali program transmigrasi. Ia menilai program transmigrasi sempat meredup setelah bergulirnya era reformasi.

"Jejak transmigrasi ini penting, transmigrasi berhasil menciptakan 13 ribu desa, 3.000-an kecamatan, 144 kota hasil transmigrasi, dan dua provinsi hasil transmigrasi," ujar dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2015).

Ia pun menegaskan upaya membangkitkan kembali program transmigrasi ini saat diskusi yang diselenggarakan Bina Desa dan Walhi di Hotel Cemara, Jakarta, dengan tajuk Rancangan Normatif dan Praktik Empiris Pembangunan Kawasan Pedesaan.

Marwan mengaku mempunyai kiat-kiat khusus untuk menghidupkan program transmigrasi. Salah satunya dengan menempatkan para transmigran di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia yang selama ini tidak tergarap.

"Ini sedang kami canangkan platform baru untuk transmigrasi di daerah perbatasan dan pulau terluar. selain itu, juga ditargetkan sembilan juta hektar lahan untuk transmigrasi," kata Marwan.

Program transmigrasi, ia melanjutkan, juga akan mengkaji kembali data-data untuk kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. "Karena selama ini, kategori pembangunan daerah tertinggal masih berbasis kabupaten. Kalau merujuk data yang ada sekitar 122 kabupaten. Kalau kita dalami lagi lebih dari 200-an kabupaten yang tertinggal," kata dia.

Dengan ini, ia pun berharap akan tercipta keseimbangan antara pembangunan yang ada di desa dengan pembangunan masyarakat yang ada di kota. "Karena di situ indeks pembangunan masih rendah dan disparitasnya masing menganga dari desa sama di kota. Ketersedian listrik sekitar 15 ribu desa masih belum teraliri listrik, akses komunikasi dan infrastruktur masih lemah," katanya.

Selain itu, beberapa daerah yang sudah lepas dari status tertinggal masih butuh pengawalan dan pembinaan. "Daerah yang sudah tertentaskan dari ketertinggalan, masih butuh pembinaan selama jangka waktu tiga tahun," kata Marwan.


(ADM)