Seleksi Pimpinan KPK, Tim Pansel Harus Diisi Psikolog

Nur Aivanni    •    Rabu, 13 May 2015 08:29 WIB
kpk
Seleksi Pimpinan KPK, Tim Pansel Harus Diisi Psikolog
Anggota Komisi III Arsul Sani. (Foto:MI/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta melibatkan praktisi hukum dan psikolog untuk mengisi tim panitia seleksi (pansel) calon pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keberadaan psikolog dinilai penting agar pimpinan KPK terpilih memiliki kepribadian yang matang.
 
"Saya menyarankan, Pansel diisi oleh praktisi hukum yang punya reputasi baik dan paham soal tindak pidana korupsi, serta psikolog yang punya keahlian analisis kepribadian," kata Anggota Komisi III Arsul Sani, Rabu (13/5/2015).
 
Menurutnya, ahli hukum bisa menggali pandangan calon pimpinan KPK tentang seluruh aspek hukum dan politik dalam memberantas korupsi.
 
"Kenapa psikolog? Agar ada pendalaman kematangan kepribadian calon pimpinan KPK, sehingga gaya-gaya seperti Abraham Samad dapat dihindari. Gaya seperti itu sering menimbulkan kontroversi dan cenderung melanggar asas praduga tidak bersalah," ujarnya.
 
Selain itu, pansel perlu mempunyai tim serta mendengarkan pendapat instansi terkait seperti Polri, Kejaksaan dan PPATK. "Apakah calon yang bersangkutan ada persoalan hukum dan transaksi mencurigakan di masa lalunya, tidak sekedar laporan atau adanya SKCK yang dikeluarkan kepolisian," tandasnya.
 
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku sudah ada beberapa nama yang diserahkan kepada Presiden Jokowi untuk mengisi tim pansel. JK memastikan, nama yang masuk dalam pansel KPK memiliki integritas yang baik dan tidak perlu ada keraguan di masyarakat. "Orang-orangnya punya track record jelas, sudah matang, punya keinginan menegakkan hukum yang baik," tandas JK.
 
Pansel dibentuk untuk memilih pimpinan KPK yang akan habis masa jabatannya pada Desember 2015.


(FZN)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

18 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA