Dolar Lemah, Harga Minyak Makin Terperosok

Antara    •    Rabu, 13 May 2015 08:42 WIB
minyak mentah
Dolar Lemah, Harga Minyak Makin Terperosok
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak global naik pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena mendapat dorongan dari dolar yang lebih lemah akibat para pedagang menunggu laporan persediaan minyak mentah terbaru Amerika Serikat.

Xinhua melansir, Rabu, 13 Mei, harga patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, naik USD1,50 menjadi USD60,75 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, sebagai patokan minyak dunia, menetap di USD66,86 per barel di perdagangan London, atau naik USD1,95 per barel dari penutupan Senin.

Kedua kontrak telah merosot karena berlanjutnya kekhawatiran kelebihan pasokan global. Dolar diperdagangkan terhadap euro di 1,1221 dolar pada sore hari, turun dari 1,1154 dolar pada Senin sore di tengah aksi jual di pasar obligasi global.

Greenback yang lemah cenderung membuat komoditas yang dihargakan dalam dolar seperti minyak mentah lebih menarik bagi pembeli. Pasar minyak menunggu laporan mingguan pada Rabu tentang persediaan minyak AS dari Departemen Energi AS (DoE) untuk petunjuk tentang permintaan di konsumen minyak mentah terbesar dunia itu.

Pekan lalu, DoE secara tak terduga melaporkan penurunan pertama dalam stok minyak mentah komersial dalam 16 minggu, tetapi stok yang masih di 487,0 juta barel, tetap pada tingkat tertinggi pada catatan sepanjang tahun ini. Selain itu harga minyak juga naik karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkatkan proyeksi permintaan dalam laporan bulanannya.

Permintaan minyak dunia pada 2015 kini diproyeksikan meningkat sedikit lebih tinggi 1,18 juta barel per hari, dibandingkan dengan pertumbuhan 0,96 juta barel per hari pada tahun sebelumnya, kata OPEC dalam laporan yang dirilis Selasa. Revisi sedikit naik ke angka  pertumbuhan 2015, terutama mencerminkan sedikit kenaikan dalam persyaratan minyak di OECD Amerika. Permintaan minyak mentah OPEC pada 2015 diperkirakan pada 29,3 juta barel per hari.

Kondisi ini menyusul sedikit penyesuaian naik dari bulan sebelumnya dan merupakan kenaikan 0,3 juta barel per hari atas perkiraan untuk 2014 di 29,0 juta barel per hari. Pada April, produksi minyak mentah OPEC meningkat marjinal 18 juta barel per hari menjadi rata-rata 30,84 juta barel per hari. Pertumbuhan pasokan minyak non-OPEC pada 2015 diperkirakan akan tumbuh sebesar 0,68 juta barel per hari, dibandingkan dengan peningkatan 2,17 juta
barel per hari pada tahun sebelumnya.

Ketegangan geopolitik di Yaman juga membantu mendukung harga minyak. Yaman berbatasan dengan produsen minyak utama Arab Saudi. Kekhawatiran geopolitik Yaman membayangi dampak negatif dari kelebihan pasokan global.


(AHL)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA