KJB Diprediksi Tak akan Mampu Bendung Praktik Prostitusi

Meilikhah    •    Rabu, 13 May 2015 11:37 WIB
prostitusi online
KJB Diprediksi Tak akan Mampu Bendung Praktik Prostitusi
Ilustrasi--MI/Dede Susanti

Metrotvnews.com, Jakarta: Ide pembuatan Kartu Jakarta Butuh (KJB), dianggap tak mampu membendung praktik prostitusi di Ibu Kota. Sebab seks sudah dianggap sebagai kebutuhan bagi masyarakat kalangan 'atas'.

"Ada atau tidaknya KJB, saya rasa angka prostitusi di Jakarta itu bakal terus meningkat. Kenapa? Di zaman sekarang seks seperti menjadi kebutuhan. Apalagi bagi para parlente di Ibu Kota baik pria maupun wanita secara sembunyi maupun terang-terangan," ujar pemerhati sosial Sholahuddin Al-Ayyubi, kepada Metrotvnews.com, Rabu (13/5/2015).

Selain beroperasi melalui dunia maya, Ayyubi mengatakan bentuk prostitusi saat ini sudah semakin beragam. Bahkan ada yang mengatasnamakan layanan jasa pijat, karaoke, artis dan pekerja seks komersial khusus melayani 'sex after lunch' di perkantoran.

"Prostitusi ini kan sifatnya sudah berjamaah dan dilakukan secara bersama-sama. Saya rasa semua masyarakat yang sering 'mampir' ke tempat prostitusi. Itu sudah enggak mempan diberi sanksi sosial karena menganggapnya lumrah," katanya.

Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menggelontorkan ide meluncurkan Kartu Jakarta Butuh (KJB), kartu tersebut guna memberikan sanksi sosial kepada pelaku.

Bekas Wali Kota Blitar itu mewanti-wanti KJB bukan artinya Pemprov mendukung praktik prostitusi. Sebaliknya, KJB bisa membuat masyarakat enggan "jajan". Seperti KJP dan KJS, pengguna KJB akan didata dan dapat diketahui masyarakat luas.

"Dengan kayak gitu orang segan toh, takut kena sanksi moral. Kita siapkan, kita data pakai KJB. Kan enak, terbuka," pungkas Djarot.


(YDH)