Kasus Korupsi

Johnny Allen Akui Minta Anak Buah Sutan tak Banyak Bicara

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 13 May 2015 11:50 WIB
sutan bhatoegana
Johnny Allen Akui Minta Anak Buah Sutan tak Banyak Bicara
Johnny Allen usai menjalani pemeriksaan terkait kasus Anas Urbaningrum di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Selasa 7 Januari 2014. Antara Foto/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Surabaya: Mantan anggota Komisi VII DPR Johnny Allen Marbun mengakui pernah bertemu mantan Sekretaris pribadi Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana, Muhammad Iqbal. Pertemuan satu kali itu terjadi di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Johnny mengaku tidak mengenal Iqbal. Karena Sutan kerap berganti Sekretaris pribadi. Ia kemudian diperkenalkan dengan Iqbal oleh adiknya.

"Siapa ini Iqbal? Enggak kenal saya Iqbal. Awalnya aku enggak kenal. Aku pulang ke Sumut, bertemu adik Sutan. Siapa itu Iqbal? Aku ingin ketemu," kata Johnny di arena Kongres Partai Demokrat, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5/2015).

Dalam pertemuan singkat itu, Johnny meminta Iqbal menjelaskan gonjang-ganjing korupsi di Komisi VII. Ia juga meminta Iqbal tutup mulut soal dugaan korupsi di Komisi VII.

"Saya tanya 'kamu kok begini, kamu kok ada informasi begini. Kamu jangan terlalu banyak (bicara). Karena sekarang kau menjadi sasaran tembak'," terang Johnny menirukan isi pembicaraannya dengan Iqbal.

Setelah itu, politikus Partai Demokrat tersebut tidak pernah bertemu Iqbal. "Ada enggak follow up pertemuan itu? Tanya sama dia. Artinya pertemuan itu tidak ada mutu. Kalau ada mutu, tentu follow up dong," pungkas dia.

Sebelumnya, Iqbal mengaku pernah didatangi Johnny Allen. Iqbal mengaku diminta untuk menghilang karena dianggap menjadi saksi kunci atas kasus yang tengah membelit Sutan.

"Johnny Allen Marbun mengatakan kepada saya, supaya saya menghilang dari peredaran atau menghilang sementara waktu," kata Iqbal di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 11 Mei.



Sutan Bhatoegana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 7 Mei 2015. Foto: MI/Rommy Pujianto


Sutan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi terkait pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara-perubahan pada tahun anggaran 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada 14 Mei 2014.

Penyidik menduga Sutan korupsi setelah mengembangkan kasus dugaan korupsi di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Ia dijerat dengan Pasal 12 a atau b, atau Pasal 11, atau Pasal 12 B, Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


(TRK)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA