Mantan DPO Polri dan Dirut Indoasia Jadi Saksi Kasus Adriansyah

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 13 May 2015 12:21 WIB
adriansyah
Mantan DPO Polri dan Dirut Indoasia Jadi Saksi Kasus Adriansyah
Adriansyah saat hendak ditahan KPK----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Indoasia Cemerlang Bella Kartika Novita kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/5/2015). Bella akan kembali dimintai keterangan terkait dugaan suap Direktur Utama PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat (AH) terhadap anggota DPR Adriansyah.

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AH," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publik KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu siang.

Tak hanya Bella, KPK juga memanggil pegawai PT MMS Ester Susana Pakpahan dan seorang saksi dari swasta Jason Surjana Tanuwijaya. Keduanya diperiksa untuk tersangka AH.

Bella sebelumnya sempat dipanggil KPK pada Rabu 12 Mei kemarin. Adapun Jason diketahui pernah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri Nopol: DPO/16/VI/2005/Dit-I tanggal 23 Juni 2005. Hal itu terkait kasus pemalsuan akta jual beli di Depok seluas 33 ribu meter persegi.

Belum diketahui apa hubungan Jason dengan kasus yang menjerat AH dan A. Priharsa pun belum bisa mengonfirmasi terkait masalah ini. "Nanti ditanya dulu ke penyidik," ujar dia.

Sementara, PT Indoasia Cemerlang yang dikelola Bella adalah perusahaan yang mendapat izin usaha pertambangan dari Adriansyah pada 2009. PT MMS yang dimiliki Andrew Hidayat kemudian menjadi subkontraktor dari PT Indoasia Cemerlang.

Penyidik diduga ingin mengorek proyek apa saja yang dikerjakan PT MMS dari PT Indoasia Cemerlang. Sebab belakangan terungkap, PT MMS menyuap buat usaha lain yang dijalankan PT Global Prima Sukses. Usaha tersebut diduga juga untuk menjadi subkontraktor PT Indoasia Cemerlang.

Sebagai subkontraktor, PT MMS berkepentingan melanjutkan usaha tambang batu bara. Namun, izin mereka hampir habis pada 2015. Andrew diduga mengeluarkan dana untuk mendapat perpanjangan izin.

Kendati demikian, Priharsa belum bisa memastikan materi pemeriksaan terhadap para saksi ini. "Yang pasti saksi dipanggil karena keterangannya dibutuhkan penyidik," tegas dia.

KPK menangkap tangan Andrew dan Adriansyah pada Kamis, 9 April. Andrew dicokok di kawasan Senayan, Jakarta. Sedangkan Ardiansyah yang merupakan kader PDIP ditangkap di Bali saat Kongres partainya berlangsung.

Lembaga antikorupsi mengamankan sejumlah uang dalam operasi itu. Uang tersebut terdiri dari pecahan 1.000 dolar Singapura sebanyak 40 lembar, 485 lembar pecahan Rp100 ribu, lalu 147 lembar pecahan Rp50 ribu.

Andrew dikenakan Pasal 5 Ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 64 Ayat-1 KUHP.


(TII)