RI-Papua Nugini Antisipasi Potensi Minyak di Perbatasan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 13 May 2015 13:57 WIB
indonesia-papua nugini
RI-Papua Nugini Antisipasi Potensi Minyak di Perbatasan
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengadakan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Papua Nugini terkait sektor migas seperti eksplorasi migas pada 11-12 Mei 2015.

"Hal itu bertujuan apabila ditemukan cadangan migas di perbatasan, kedua negara dapat bekerja sama dalam unitisasi maupun operasionalnya," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDN, Dadan Kusdiana, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Menurut dia, kemudahan izin dan rencana pembelian gas dari Papua Nugini untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk yang akan dibangun di wilayah Indonesia.

Dadan mengatakan, rencana ini merupakan salah satu solusi strategis mengingat ladang gas Papua Nugini sangat dekat dengan perbatasan. Dalam bidang ketenagalistrikan, Dadan mengatakan salah satu komitmen kerja sama yang dilakukan adalah penandatanganan kesepakatan jual beli tenaga listrik PLN dan PNG Power Limited (PPL).

Penandatanganan kesepakatan ini, Dadan menjelaskan, akan dilaksanakan setelah COD (Commercial Operation Date) PLTU 2 Papua-Jayapura Holtekamp 2x10 megawatt. PLN telah menyetujui untuk menyediakan listrik sebesar dua megawatt dari jaringan distribusi 20 KV dengan opsi PPL dapat bernegosiasi utuk upgrade kapasitas di masa yang akan datang setelah IPP PLTU Jayapura COD.

"Titik transaksi jual beli listrik dan metering antara PLN dan PPL di perbatasan Indonesia (Skouw) dan Papua New Guinea (Wutung)," ujar dia.

Selain itu, Kementerian ESDM juga menjajaki potensi kerja sama di bidang kediklatan, dengan memberikan bantuan teknis untuk pengembangan sumber daya manusia di bidang energi dan mineral.

"Program kediklatan dilaksanakan oleh Pusdiklat Minyak dan Gas Bumi di Cepu, Pusdiklat Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan di Jakarta, Pusdiklat Mineral dan Batubara di bandung dan program khusus Oil and Gas Partnership Program," tutup dia.


(AHL)