Bos Sentul City Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Renatha Swasty    •    Rabu, 13 May 2015 14:22 WIB
suapkasus korupsibupati bogor
Bos Sentul City Dituntut 6,5 Tahun Penjara
Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 4 Mei 2015. Antara Foto/Akbar Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng dituntut hukuman 6,5 tahun penjara plus denda Rp500 juta, subsider lima bulan kurungan. Pria yang juga bos PT Sentul City itu terbukti menyuap Rachmat Yasin saat menjabat sebagai Bupati Bogor.

"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan menyatakan terdakwa Kwee Cahyadi Kumala telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Penuntut Umum di Komisi Pemberantasan Korupsi Surya Nelli di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2015).

Swie Teng, lanjut Jaksa, menyuap Rachmat Rp5 miliar melalui FX Yohan Yap seperti pada dakwaan. Tujuannya agar Rachmat menerbitkan surat rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT BJA ke Menteri Kehutanan.

Surat itu diperlukan Swie Teng karena PT BJA ingin menjalankan rencana pengembangan kota mandiri. Permohonan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan ini diterbitkan pada Januari 2014.

"Pemberian uang sejumlah Rp5 miliar dari terdakwa melalui FX Yohan Yap untuk diberikan ke Rachmat Yasin mempunyai maksud supaya Rachmat Yasin menerbitkan surat Nomor: 522/624/tanggal 29 April 2014 perihal rekomendasi tukar menukar kawasan hutan," ujar Jaksa Andry Prihandono.



Terpidana kasus suap alih fungsi lahan hutan di Bogor Rachmat Yasin bersaksi untuk Kwee Cahyadi, Rabu 1 April 2015. Foto: MI/Rommy Pujianto


Uang suap berasal dari pencairan deposito PT Brilliant Perdana Sakti (BPS) di Bank Victoria. PT BPS juga dikendalikan Swie Teng. Uang diserahkan secara bertahap, Rp1 miliar pada Februari 2014, Rp2 miliar pada Maret, dan Rp1,5 miliar pada Mei 2014. Total yang diserahkan baru Rp4,5 miliar.

Jaksa juga menilai Swie Teng terbukti menghalangi penyidikan KPK sebagai mana dakwaan terhadapnya. Modus yang digunakan dengan memerintahkan sejumlah orang untuk memindahkan dokumen berkaitan dengan proses pengurusan rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atas nama PT BJA.

Swie Teng, kata Jaksa, ingin memutus mata rantai keterlibatannya dalam kasus dugaan suap Rachmat Yasin setelah F.X Yohan Yap ditangkap KPK. Jaksa juga menilai adanya pengarahan terhadap anak buah Swie Teng yang bersaksi di KPK untuk mengarahkan penyuapan kepada Pemilik PT BPS Haryadi Kumala.


(TRK)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

18 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA