SBY Tak Menjabat Presiden, Hayono: Perjuangan Demokrat Lebih Berat

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 13 May 2015 14:22 WIB
kongres partai demokrat
SBY Tak Menjabat Presiden, Hayono: Perjuangan Demokrat Lebih Berat
Ilustrasi--Antara/Yusran Uccang

Metrotvnews.com, Surabaya: Politikus Senior Partai Demokrat Hayono Isman mengatakan perjuangan partai untuk kembali berjaya terasa berat. Sebab, sang ketua umum terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tak lagi menjabat sebagai Presiden RI.

"Waktu beliau presiden, suara partai anjlok. Sekarang kan bukan presiden lagi, juga (lebih) berat," kata Hayono di sela-sela Kongres Partai Demokrat, Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2015).

Meski demikian, semua peserta kongres sepakat mendukung SBY untuk berperan sebagai orang nomor satu di partai berlambang bintang Mercy tersebut. Dukungan itu pun dilakukan secara aklamasi. Setidaknya dari 537 pemilik suara dalam kongres ke-IV, kali ini.

"Demokrat mengalami musibah besar. Kita terpuruk dari 20 persen menjadi 10 persen. Itu beruntun, tapi berkat kerja keras Pak SBY, suara Demokrat bisa berada tidak di bawah 10 persen. Makanya PD membutuhkan tokoh untuk menyongsong kembali pemilu 2019," terang Hayono.

"Kita mendukung beliau dengan hati bukan karena beliau (mantan) presiden," imbuhnya.

Mantan Menpora ini menambahkan, target yang ingin dicapai PD pada 2019 mendatang, setidaknya sama dengan perolehan suara pada 2009 silam.

SBY kembali terpilih sebagai ketua umum. Nyaris tidak pertentangan di dalam arena utama kongres tersebut. Pimpinan sidang saat itu, E.E. Mangindaan berkali-kali mengecek keyakinan dan kemantapan para kader tersebut. Semuanya, diyakini mendukung bulat.


(YDH)