Akankah Gubernur Riau Ditahan pada Jumat Keramat?

- 24 Januari 2013 18:25 wib
<p>MI/Usman Iskandar/ip</p>

MI/Usman Iskandar/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Riau Rusli Zainal, Jumat (25/1). Rusli bakal menjadi saksi untuk keempat kalinya. Kali ini ia akan bersaksi bagi tujuh tersangka yang sudah ditetapkan KPK dalam kasus suap Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau.

"Gubernur Riau, besok diperiksa sebagai saksi tujuh tersangka dari DPRD Riau," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Kamis (24/1). Saat ditanya apakah Rusli akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, Johan enggan menanggapinya. Ia mengatakan penetapan status tersangka merupakan kewenangan dari tim penyidik.

Kasus suap PON ini terbongkar saat KPK menangkap tujuh anggota DPRD Riau bersama uang suap Rp900 juta pada 3 April 2012. Kemudian dua di antara mereka ditetapkan tersangka, yaitu M Faizal Azwan dari Partai Golkar dan M Dunir dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga, Eka Darma Putra, dan Manajer Pemasaran PT Pembangunan Perumahan, Rahmat Syaputra, ikut tertangkap dan dijadikan tersangka.

Setelah itu, menyusul sembilan orang menjadi tersangka. Mereka adalah Lukman Abbas serta delapan anggota DPRD Riau, yaitu Taufan Andoso Yakin, Adrian Ali, Abu Bakar Siddik, Tengku Muhaza, Zulfan Heri, Syarief Hidayat, Moh Roem Zein, dan Turoechsan Asyari.

Terkait peran Rusli, sejumlah saksi maupun petunjuk menguatkan keterlibatan politisi Partai Golkar itu. Misalnya, di dalam persidangan, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Lukman Abbas, tersangka suap PON, menyebut peran Rusli.

Lukman mengaku diperintah Rusli untuk memberi uang lelah kepada anggota DPRD Riau terkait dengan pembahasan anggaran tambahan PON. Rusli juga diduga menerima uang Rp500 juta dari rekanan proyek. Namun, Rusli berkali-kali membantah tudingan tersebut.

Berdasarkan pernyataan yang keluar dari Ketua KPK Abraham Samad, lembaga antikorupsi itu tinggal selangkah lagi menetapkan Rusli sebagai tersangka. Kata Abraham, status hukum Rusli bakal ditentukan dalam forum ekspos atau gelar perkara yang akan dilakukan oleh pimpinan KPK pada hari yang sama ketika orang nomor satu di Riau ini menjalani pemeriksaan.

"Tunggu saja setelah ekspos, kami akan menentukan status yang bersangkutan, common sense anda sama dengan common sense kami," cetusnya.

Abramam melanjutkan, ekspos internal yang melibatkan penyidik dan calon jaksa penuntut sebenarnya sudah dilakukan pada pekan lalu. Namun, penentuan status hukum sebuah kasus, jelas dia, harus melalui forum ekspos yang dihadiri lima pemimpin KPK.

"Semoga Jumat seluruh pimpinan KPK bisa berkumpul semua, sehingga bisa dilakukan ekspos perkara." (Rudy Polycarpus/OL-8)

()

Suryadharma Ali menyebut, ada aspirasi dari bawah yang menghendaki berkoalisi dengan Gerindra.