Gencatan Senjata, Warga Yaman Mengaku Dapat Tidur Nyenyak

Willy Haryono    •    Rabu, 13 May 2015 15:16 WIB
konflik yaman
Gencatan Senjata, Warga Yaman Mengaku Dapat Tidur Nyenyak
Warga beraktivitas di Sanaa, Yaman, pada malam hari, 19 Januari 2010. AFP / MARWAN NAAMANI

Metrotvnews.com, Sanaa: Suasana di Yaman berubah hening untuk kali pertama sejak koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur pemberontak Houthi pada 26 Maret 2015. 

Selasa (12/5/2015) malam, gencatan senjata kemanusiaan mulai diterapkan untuk lima hari ke depan. Langkah ini telah disepakati koalisi Arab dan pemberontak Houthi. 

"Malam di Sanaa terbebas dari suara bom dan tembakan anti-pesawat," ucap Tawfiq Abdulwahab, salah seorang warga di ibu kota Yaman, seperti dikutip AFP, Rabu (13/5/2015). 

Sempat terdengar suara tembakan pada waktu subuh saat pesawat pengintai koalisi melintas, namun tak berlangsung lama. 

"Kami berharap gencatan senjata ini menjadi permanen. Tadi malam kami akhirnya dapat tidur dengan nyenyak," tutur pria 25 tahun di Sanaa, Mohammed al-Saadi. 

Koalisi Arab menegaskan siap menggempur kembali jika Houthi melanggar perjanjian. 

"Kami berkomitmen terhadap gencatan senjata ini. Kami siap bereaksi jika ada pelanggaran. Jika mereka (Houthi) tidak menghormati ini, kami akan melanjutkan (serangan)," ungkap juru bicara koalisi Arab Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri.



(WIL)