Korban Banjir Tuding Lurah Penjaringan Selewengkan Bantuan

   •    Kamis, 24 Jan 2013 23:39 WIB
 Korban Banjir Tuding Lurah Penjaringan Selewengkan Bantuan

Berebut Bantuan---MI/Rommy P/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Bantuan untuk warga Jakarta yang tengah mengalami musibah disinyalir telah disalahgunakan. Salah satunya terjadi di wilayah Penjaringan.

Mamih, 54, bersungut-sungut ketus ketika ditanya soal bantuan yang mengalir ke basecamp pengungsian yang berada di bawah koordinasinya, SDN 03 Penjaringan Pagi, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurutnya, birokrasi di tingkat Kelurahan, RT, hingga RW, benar-benar menghambat kucuran bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Bukan tanpa alasan dia berucap demikian. Sejak dua hari lalu, dan puncaknya Kamis (24/1) hari ini, bantuan dari luar mengalir terus ke lokasi pengungsian warga yang kediamannya terkena dampak paling parah banjir Pluit itu. Hanya saja, bantuan itu di-drop lebih dulu ke kantor Kelurahan Penjaringan yang merupakan salah satu posko pengungsian.

"Itu kalau malem-malem, kotak-kotak bantuan itu dibawain ke rumah-rumahnya (birokrat kelurahan)," ia memberi kesaksian.

Tercatat, ada Palang Merah Indonesia (PMI) pada Minggu (20/1) sudah mengunjungi lokasi sambil membawa bantuan logistik dan makanan. Tak hanya itu, ia juga menjadi perantara dana sebesar Rp1 miliar dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Dan tentunya, kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke lokasi Banjir Pluit, Senin (21/1), serta kunjungan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang lebih terfokus pada paya relokasi warga ke Rusunawa Marunda.

Namun, kata Mamih, keduanya jelas membawa bantuan logistik. Dikabarkan, sempat juga ada kunjungan dari artis Julia Perez yang menyalurkan bantuan.

Dari pantauan Metrotvnews.com sejak siang hari, bantuan terus mengalir ke posko pengungsi di Kantor Kelurahan Penjaringan. Selain bantuan makanan yang terus mengalir dari Pemprov DKI yang terbungkus dus mie, ada juga kunjungan dari rombongan kru sinetron Putri Bidadari yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Selain makanan dan susu, adapula pakaian bekas. Penyaluran ini dibantu aparat TNI yang berupaya membagikannya dengan tertib.

Salah seorang warga yang mengaku bernama Sumarni, 45, warga RT 16 RW 17 Muara Baru, Penjaringan, menuturkan, ia memang melihat bantuan berupa berkardus-kardus makanan datang ke lokasi ia mengungsi, yakni Puskesmas Penjaringan yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Kelurahan Penjaringan.

Tak cuma mie dan nasi bungkus telor, ia mengakui adanya bantuan pengisi perut yang cukup mewah, yakni Nasi Padang hingga paket nasi dari restoran cepat saji ala Jepang. Keluarganya juga sempat mencicipinya sekali.

"Enggak tahu kemana sisa (bantuan)-nya. Ditahan terus di atas," ucapnya sambil menunjuk lantai dua dan tiga Kantor Kelurahan. Warga dapetnya paling mie ama nasi sedikit lagi tiap hari. Sampai bosen belenger semua orang makan mie," cetusnya.


Saat Metrotvnews.com berupaya menemui Lurah Penjaringan Ronny Japirko di kantornya, staf kelurahan setempat mengatakan atasannya itu sedang berkeliling ke lapangan.

Ia kemudian menyarankan agar  menemui Wakil Lurah yang katanya ada di salah satu tenda pengungsian. Nyatanya, seorang staf bertopi Suku Dinas Jakarta Utara menyatakan hal yang sama. "Lagi pada di lapangan semua," kilahnya.

Upaya untuk melakukan konfirmasi akhirnya dilakukan kepada Ketua RT O17 RW 17 Saiful. Saat ditemui di Kelurahan, Saiful berkilah pihaknya tak peduli akan kondisi warga. Ia mengatakan para birokrat, dari RT, RW, hingga Lurah juga tengah bernasib sama, kebanjiran.

Menurutnya itu menyulitkan pihaknya untuk terus concern kepada warga. Soal bantuan yang tak merata, ia mengeluhkan warga yang sulit tertib mengantri. Alhasil, bantuan tak jelas pembagiannya.

Saiful juga berdalih soal tudingan penilapan bantuan oleh birokrat kelurahan, "Kalau mau cek ke kamar-kamar kita juga boleh. Mana ada kami membawa (bantuan)-nya ke rumah. Sama-sama susahlah." (Arif Hulwan/OL-8)