Tempuh 5 Kilometer Berkursi Roda Demi Sekolah

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 13 May 2015 15:58 WIB
pendidikan anak
Tempuh 5 Kilometer Berkursi Roda Demi Sekolah
Edi Priyanto saat ditemui di sekolahnya. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Bantul: Edi Priyanto, harus bangun pukul 03.30 WIB setiap hari untuk menimba ilmu. Selepas bangun, ia kemudian menyiapkan kursi rodanya agar nyaman saat dibawa ke sekolah. 

Matahari belum beranjak, sekitar pukul 05.00 WIB, Edi sudah menjalankan kursi rodanya menuju SMP 2 Sewon, Bantul, tempatnya menimba ilmu. Jarak rumah ke sekolah yaitu lima kilometer. Ia menerjang kerikil dan batu-batu.

Edi merupakan salah satu siswa inklusi di sekolahnya. Ia tinggal di Dusun Manggung, Desa Sumber Agung, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. 

Walau harus menggerakkan kursi roda lebih dari satu jam menuju sekolah, ia tak pernah mengeluh. Walaupun, ia kerap kali membiarkan perutnya kosong.

"Sekolah yang dekat rumah tidak ada yang untuk inklusi. Dapat sekolah ini juga dibantu saudara. Ya, tetap semangat setiap hari," kata Edi, dalam bahasa Jawa, saat ditemui Metrotvnews.com, di SMP 2 Sewon, Bantul, Rabu (13/5/2015).

Siswa yang lahir pada 30 Oktober 1997 ini biasanya tiba di sekolah pukul 06.00. Paling telat, ia tiba pukul 06.30 WIB. Di sekolah, ia menjalani aktivitas belajar mengajar seperti biasa.

Dalam perjuangannya mencari ilmu, Edi banyak memperoleh pengalaman berharga. Baik saat harus pulang di tengah terik matahari, hujan, maupun saat mendapat ejekan.

"Dulu gak ada keinginan nerusin (sekolah). Pengennya usaha. Tapi, akhirnya memilih sekolah biar dapat ilmu," kata siswa yang hobi memelihara hewan ini.

Di rumahnya, Edi mengaku hanya hidup berdua dengan ibunya. Ayah Edi sudah meninggal sejak ia berusia 1,5 tahun. Sang ibu saat ini menjadi pengayam bambu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski dengan keterbatasan, Edi tetap tegar dan memiliki cita-cita besar. Ia ingin terus melanjutkan pendidikan jika memperoleh kesempatan. Didukung mata pelajaran IPA yang disukai, ia ingin menjadi teknisi komputer yang andal. 

"Saya ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa saya bisa melebihi orang normal," kata Edi dengan yakin.



(UWA)