Kemlu: Tidak Ada Pengusiran Kapal Pengungsi Rohingya

Fajar Nugraha    •    Rabu, 13 May 2015 19:44 WIB
rohingya
Kemlu: Tidak Ada Pengusiran Kapal Pengungsi Rohingya
Pengungsi Rohingya di atas kapal (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengungsi Rohingya mulai memenuhi Indonesia. Namun Pemerintah Indonesia memiliki prinsip jelas untuk bertanggungjawab atas para pengungsi yang menyelamatkan diri dari diskriminasi di Myanmar.

Pada Minggu 10 Mei 2015 terdapat 582 orang Rohingya yang masuk ke Aceh. Meskipun bukan negara yang meratifikasi perjanjian Konvensi Tentang Pengungsi, namun Indonesia menerima prinsip non-refoulement atau praktik tidak memaksa pengungsi atau pencari suaka untuk kembali ke negara di mana mereka bertanggung jawab untuk sasaran penganiayaan.

Atas prinsip tersebut, Indonesia memberikan shelter atau penampungan atas para pengungsi. Selain pemerintah akan memberikan makanan kepada mereka.

"Yang tidak kita lakukan, menaikan mereka ke kapal dan mendorong ke laut," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, di Ruang Palapa, Gedung Kementerian Luar Negeri RI, di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan International Organization for Migration (IOM) dan UNHCR.  

"Kami sudah berkoordinasi dan sudah mencatat mereka (pengungsi Rohingya) dan dibantu imigrasi. Saat ini mereka ditampung mereka akan dipindahkan ke tempat yang memadai," lanjutnya.

Sementara mengenai kapal pengungsi yang melintas Selat Malaka, Arrmanatha menegaskan pihaknya mendapatkan informasi dari TNI Angkatan Laut yang salah satu kapalnya bertemu kapal pengungsi itu.

"Kapal pengungsi itu bertemu dengan KRI Sutanto yang berpatroli di Selat Malaka. Kapal itu berkeinginan tidak ingin ke Indonesia, tetapi mereka meminta bantuan air bersih dan makanan. Setelah mendapatkan bantuan itu diberikan, mereka pun berpisah," tegas Arrmanatha.

Prinsip ini di dasarkan atas Right Passage atau Prinsip Laut Damai di Selat Malaka. Prinsip itu membolehkan sebuah kapal untuk melanjutkan melintas dan Pemerintah Indonesia tidak bisa memaksa kapal itu berlabuh.


 


(FJR)

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

Panitera Jual BAP Miryam Rp2 Juta

27 minutes Ago

Anton mengaku menghubungi salah satu panitera, Siswanti, untuk meminta tolong mencarikan BAP mi…

BERITA LAINNYA