Warga Australia Diperingatkan untuk Tinggalkan Benghazi

   •    Jumat, 25 Jan 2013 15:41 WIB
Warga Australia Diperingatkan untuk Tinggalkan Benghazi

maps.google.com

Metrotvnews.com, Sydney: Australia bergabung dengan tiga negara Eropa dalam mendesak warganya untuk meninggalkan Kota Benghazi, Libya, karena ancaman khusus terhadap orang-orang Barat, terkait dengan tindakan Prancis di Mali.

Saran itu dikeluarkan mengikuti peringatan serupa dari pemerintah di Inggris, Jerman dan Belanda, yang memicu respon marah pemerintah Libya. Tripoli mengatakan tidak ada intelijen baru yang membenarkan kekhawatiran tersebut.

"Kami menyadari suatu yang spesifik, ancaman terhadap orang-orang Barat di Benghazi. Karena itu, semua warga Australia di Benghazi harus segera pergi," pihak Departemen Luar Negeri Australia.

"Ada risiko serangan balasan terhadap sasaran Barat di Libya setelah intervensi Prancis dalam konflik di Mali pada Januari 2013," katanya dalam satu saran wisata terbaru.

"Sejumlah kelompok gerilyawan yang diketahui beroperasi di Libya dan beberapa mungkin berusaha untuk menargetkan kepentingan Barat."

"Hanya dua warga Australia terdaftar berada di Benghazi dan hanya 22 di Libya," kata departemen.

Peringatan tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, bersaksi di depan Kongres pekan ini mengenai serangan September, terhadap misi diplomatik AS di Benghazi yang menewaskan empat orang Amerika, termasuk duta besarnya di Libya.

Peringatan itu juga datang pada saat tentara Prancis bertempur dengan gerilyawan terkait Al-Qaida di Mali, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang garis keras di Afrika Utara setelah serangan berdarah pekan lalu, terhadap pabrik gas In Amenas di Aljazair.(Ant/DNI)


KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

20 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA