Pengamat: Kalah dalam Praperadilan, KPK Harus Berani Ajukan PK

Ilham wibowo    •    Kamis, 14 May 2015 08:39 WIB
korupsi
Pengamat: Kalah dalam Praperadilan, KPK Harus Berani Ajukan PK
Pengamat Hukum Pidana Usakti Ade Iwan Iriawan. (Foto: MI/Susanto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali kalah di sidang praperadilan penetapan tersangka terhadap mantan Wali Kota Makasar Ilham Arief Sirajuddin. KPK dinilai perlu mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

Pengamat hukum Asep Iwan Iriawan mengatakan KPK harus berani mengajukan upaya hukum lain untuk bisa mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Ilham.

"Kita harus hormati putusan hakim, KPK harus berani mengajukan upaya hukum lain yaitu upaya Peninjauan Kembali," tutur Asep di Jakarta, Kamis (14/5/2015).

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan gugatan praperadilan mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Penetapan tersangka Ilham oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diputuskan tidak sah.

"Menetapkan penetapan tersangka tidak sah, menyatakan tidak sah penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan, tidak sah pemblokiran rekening atas nama pemohon," kata Hakim tunggal Yuningtyas Upiek di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (12/5/2015).

Persidangan dengan termohon dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sudah berjalan sejak 4 Mei. Masing-masing pihak telah menghadirkan bukti dan saksi untuk mempertahankan keyakinannya selama persidangan berlangsung.

Ilham Arief Sirajuddin ditetapkan tersangka oleh KPK sejak 7 Mei 2014. Ilham diduga korupsi dalam proyek kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.


(DRI)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

20 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA