Diduga Gelapkan Rp 18 Miliar, Anggota DPRD DKI Dilaporkan ke Polisi

Wanda Indana    •    Kamis, 14 May 2015 10:23 WIB
penipuan
Diduga Gelapkan Rp 18 Miliar, Anggota DPRD DKI Dilaporkan ke Polisi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto dilaporkan ke Polres Jakarta selatan atas dugaan penggelapan uang Rp 18 miliar. Hal itu diketahui dengan adanya laporan No.Pol: 537/K/III/2015/ResJaksel tertanggal 26 Maret 2015.
 
Andy Randy Rivai selaku pelapor mengatakan, uang itu seharusnya digunakan untuk membangun Hotel di Bali, namun proyek itu mangkrak selama dua tahun terakhir.
 
Ia menceritakan, pada 2 September 2013, dirinya dan telapor sepakat mendirikan perusahaan bernama PT Tri Selaras Sapta yang bergerak membangun hotel. Kemudian, Wahyu diangkat menjadi Direktur Utama.
 
"Wahyu mengatasnamakan perusahaan mengagunkan aset perusahaan berupa sertifikat tanah kemudian cair Rp 18 miliar. Dari jumlah itu, 30 persen digunakan untuk membangun," kata Randy saat dihubungi, Rabu (13/5/2015).
 
Namun, pada 18 Maret 2015 dirinya mendapat surat peringatan hutang jatuh tempo. Berdasarkan kunjungan dari bank pemberi pinjaman pada 9 Maret, diketahui tidak ada aktifitas pembangunan proyek. "Inilah awal kami memutuskan melaporkan atas dugaan penggelapan uang perusahaan," jelasnya.
 
Anggota DPRD DKI Wahyu Dewanto membantah tudingan itu. Ia mengaku sudah melaporkan kasus serupa ke polisi, namun hingga saat ini tidak ditindak lanjuti. “Dua tahun lalu, saya sudah laporkan masalah itu ke polisi. Tetapi kasus itu tdak diteruskan. Itu mah lagu lama, nanti saya jelaskan,” katanya.
 
Menurutnya,  laporan itu merupakan upaya pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya. “Itu kasus lama yang didiamkan, jangan terjebak, ini hanya pembunuhan karakter, terutama karena saya anggota dewan,” ujarnya.


(FZN)