SBY Ingatkan Jokowi tak Terjebak Sistem Kapitalisme dan Neo Liberalisme

Amaluddin    •    Kamis, 14 May 2015 12:40 WIB
partai demokratkongres partai demokrat
SBY Ingatkan Jokowi tak Terjebak Sistem Kapitalisme dan Neo Liberalisme
Presiden Jokowi dan SBY berbincang-bincang di acara pembukaan Kongres Partai Demokrat di Surabaya, Ant/ Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Surabaya: Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperhatikan kondisi ekonomi Indonesia. Menurut SBY, kondisi perekonomian Indonesia menurun karena terjebak dalam sistem kapitalisme dan neo liberalisme.

"Jangan sampai ekonomi kita justru menuju ke sistem kapitalisme dan hal-hal yang fundamental serta neo liberalistik," pinta SBY dalam sambutan penutupan kongres IV PD di Surabaya, Rabu (13/5/2015) malam.

SBY menegaskan, bagaimanapun caranya dan apapun istilahnya, pemerintah harus menyejahterakan rakyat yang tidak mampu. "Agar tercipta keadilan sosial dan kaum miskinpun dapat terus ditingkatkan kesejahteraannya," jelasnya.

Presiden ke-6 RI itu pun berkomitmen Partai Demokrat akan selalu mendengar aspirasi rakyat. "Bahwa rakyat Indonesia menginginkan negara tetap berpihak kepada rakyat yang kurang mampu," katanya lagi.

Lantaran itu, SBY berharap Jokowi kembali menerapkan program-program yang mementingkan rakyat. Sehingga tujuan negara untuk menyejahterakan bangsa pun tercapai.

Saat ini, Pemerintahan Jokowi memiliki prgram andalan tiga kartu sakti, yaitu Kartu Inonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Jokowi mengklain kartu itu bertujuan meringankan beban rakyat yang kurang mampu.

Semasa masih menjabat sebagai Kepala Negara, SBY pun memiliki program yang hampir sama. Namun, SBY memilih untuk memberikan bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat tak mampu.


(RRN)