Adik Minta Sabdaraja Sri Sultan Batal Demi Hukum

Patricia Vicka    •    Kamis, 14 May 2015 18:18 WIB
keraton yogyakarta
Adik Minta Sabdaraja Sri Sultan Batal Demi Hukum
Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ant/ Fenny Selly

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polemik sabda raja yang terjadi diinternal keraton belum usai. Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X dan adik-adiknya masih tetap memegang keyakinannya masing-masing.

Adik tiri Sri Sultan HB X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat meminta Sri Sultan mencabut kembali ucapannya di dalam Sabdaraja. Apa alasannya?

"Kita tidak mengenal Sabdaraja. Di paugeran (aturan keraton) adalah Sabdo Noto. Saya berharap agar Sultan mau membatalkan sabdaraja dan dawuh raja (Sabda raja kedua). Semoga Sultan lekas sadar untuk kembali ke Rasulullah," ujarnya pada Metrotvnews.com di kediamannya di Yudhaningratan Yogyakarta seperti di tulis pada Kamis (14/5/2015).
 
Pasalnya ia dan adik-adik sultan lainnya menilai Sabdaraja telah keluar dari Paugeran (peraturan) yang selama ini berlaku di keraton Yogyakarta. "Sabdaraja dan dawuh raja tidak ada sama sekali hubungannya dengan adat istiadat keraton. Perubahan nama Sri Sultan dan putrinya itu menjadi enggak karu-karuan dan keluar dari hukum paugeran," tegasnya.

Jika Sabdaraja benar-benar dijalankan, ia khawatir akan terjadi pertentangan pada masyarakat yang akan menimbulkan gejolak. "Kami berusaha mengingatkan Sultan. Masyarakat tidak mau tinggal diam. Kemarin sudah ada orang-orang Kauman yang mau demo di sini," tandas pria berkumis tebal ini.

Ia menegaskan bahwa sabdaraja harus batal demi hukum karena telah menabrak banyak peraturan. "Hak mengangkat putra mahkota memang hak preogratif sultan. tapi ini sudah menabrak perundang-undangan, NKRI, peraturan Daerah, Paugeran keraton dan mematikan keraton Yogyakarta di mata sejarah. Inilah yang membuat kami sebagai saudara berani mengingatkan Sultan," pungkas Gusti Yudha.

Selain itu putra dari selir HB IX ini menegaskan tidak akan melakukan komunikasi langsung dengan Sultan HB X jika sabda raja tak dicabut. "Walaupun sepertinya tidak mungkin Ngarso Dalem mencabut Sabda Raja, tapi Sabdaraja harus batal demi hukum," tutupnya.
 


(RRN)