Wacana Wakil Menteri Dinilai Belum Perlu

Arga sumantri    •    Kamis, 14 May 2015 20:49 WIB
Wacana Wakil Menteri Dinilai Belum Perlu
Pengamat kebijakan publik Martani Huseini. (Foto: MI-- Arya Manggala)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana pembentukan wakil menteri dalam kabinet Jokowi-JK disebut pengamat belum perlu dilakukan. Sebab, hal itu dinilai tak sesuai dengan harapan masyarakat yang ingin organisasi kementerian ramping sesuai janji Jokowi-JK saat kampanye.

"Menurut saya, jangka pendek ini belum perlu. Karena rakyat masih berharap organisasi yang ramping," kata pengamat kebijakan publik, Martani Huseini dalam dialog Prime Time News Metro TV, Kamis (14/5/2015).

Wacana itu, kata dia, bisa dilakukan untuk jangka waktu yang panjang setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja kementerian saat ini. Menurut Martani, posisi wakil menteri bisa jadi hanya dibutuhkan untuk beberapa kementerian yang dianggap strategis.

"Ke depan perlu dipikirkan beban kerja dulu. Perlu ada kajian wakil menteri untuk kementerian tertentu saja, khususnya untuk posisi kementerian yang strategis," tambah dia.

Patrice Rio Capela, politisi partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga tak sependapat soal wacana wakil menteri. Sebab, kata dia, persoalan yang terjadi di kementerian saat ini ada dalam manajemen organisasi, bukan karena tak ada wakil menteri.

"Jangan sampai gatalnya kaki kiri, digaruknya kaki kanan. Persoalannya ada di organisasi tapi kita malah tambah lagi wakil menteri. Jangan ada anggapan masalah yang terjadi karena kurangnya wakil menteri," katanya.

(MEL)