KJB Bukan Solusi Berantas Prostitusi

Arga sumantri    •    Kamis, 14 May 2015 21:11 WIB
prostitusi
KJB Bukan Solusi Berantas Prostitusi
Sejarawan JJ. Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wacana Kartu Jakarta Butuh (KJB) bagi pelaku prostitusi yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat cukup kontroversial. Sejarawan JJ Rizal menilai, ide itu bukan solusi untuk mengatasi praktek prostitusi yang memang sudah berlangsung turun-temurun.

"Saya aneh ide itu (Kartu Jakarta Butuh). Mana mungkin persoalan prostitusi diselesaikan dengan sebuah kartu. Prostitusi itu tidak akan pernah bisa ditutup," kata Rizal, dalam dialog Prime Time News Metro TV, Kamis (14/5/2015). Kartu itu, menurut Rizal, sia-sia. Sebab maraknya praktik prostitusi di Jakarta terjadi karena kurang tegasnya penegakan hukum. Dibanding meluncurkan KJB, menurutnya lebih baik pemerintah DKI tegakan aturan dalam Perda dan Undang-undang.

"Pelacuran itu terjadi di mana-mana tanpa ada yang menindak mereka. Padahal, kita punya Perda dan Undang-undang soal pornografi," tambah dia.

Mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso pun, kata dia, menyarankan Ahok dan Djarot fokus meminimalisir praktek prostitusi di Jakarta dengan mempersempit ruang gerak para pelaku.

"Prostitusi tidak mungkin diberantas, yang paling mungkin dilakukan adalah ruang geraknya harus dipersempit. Tapi, setelah itu juga dicarikan lapangan pekerjaan," ujar dia.

Sebelumnya, Wagub DKI Djarot mewacanakan Kartu Jakarta Butuh (KJB) yang penggunanya adalah pekerja seks komersial (PSK) dan para konsumen yang biasa menggunakan jasa tersebut.

Djarot menganggap KJB bisa mengurangi praktek prostitusi yang marak di Jakarta. Lewat KJB, kata Djarot, siapa saja warga Jakarta yang sering melakukan kencan dengan pekerja seks akan dapat didata oleh pemerintah. Dengan adanya pendataan terbuka, diyakini Djarot dapat memberikan sanksi sosial berupa efek malu dan mampu mengurangi bentuk prostitusi.



(MEL)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

21 hours Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA