Liga Europa 2014--2015

Benitez Kecewa Berat Napoli Gagal ke Final

Achmad Firdaus    •    Jumat, 15 May 2015 06:19 WIB
liga europa 2014-15
Benitez Kecewa Berat Napoli Gagal ke Final
Foto: Gonzalo Higuain (putih) tertunduk lesu di sela-sela perayaan para pemain Dinpro yang lolos ke final Liga Europa untuk kali pertama (Foto:

Metrotvnews.com, Dnipropetrovsk: Pelatih Napoli, Rafael Benitez kecewa berat usai timnya gagal lolos ke final Liga Europa usai dikalahkan Dnipro Dnipropetrovsk pada leg kedua semifinal, dini hari tadi. Dia kecewa karena timnya terlalu banyak membuang peluang.

Tandang ke kandang Dnipro dengan membawa modal 1-1 pada leg pertama di San Paolo, Napoli sebenarnya tampil cukup dominan di laga ini. Napoli mendominasi penguasaan bola sebesar 59 persen, berbanding 41 milik Dnipro.

Gonzalo Higuain dan kawan-kawan juga punya banyak peluang, namun sayang tak ada yang berujung gol. Hingga akhirnya, gol Yevhen Seleznyov pada menit ke-58 menjadi mimpi buruk bagi I Partenopei. Dnipro menang 1-0 (agregat 2-1) dan mencetak sejarah untuk kali pertama tampil di final Liga Europa.

"Saya rasa, dalam dua pertemuan kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol yang kami butuhkan. Saya kecewa setelah mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang, sebuah gol mungkin akan mengubah segalanya," ucap Benitez.

"Jelas, para pemain sangat kecewa dan kami merasa seharusnya bisa mendapatkan yang lebih baik," imbuhnya.

Lebih jauh, Benitez juga memberikan komentarnya soal dua gol Yevhen Seleznyov pada leg pertama dan kedua yang menjadi perdebatan. Pada leg pertama, Seleznyov dinilai berada dalam posisi offside, dan pada laga tadi, pemain 29 tahun tersebut dinilai telah melakukan pelanggaran dengan menarik kaos Miguel Britos sebelum menanduk bola masuk ke gawang.

"Kami tidak bisa mengubah itu sekarang. Saya melihatnya dengan jelas (insiden Seleznyov menarik kaos Britos), tapi kami tidak bisa mengubahnya. Dnipro sekarang melaju ke final sementara kami tidak," tegasnya.

Dengan hasil ini, maka, impian Napoli untuk mengulang sukses 26 tahun lalu harus pupus. Gonzalo Higuain tak bisa mengikuti jejak seniornya, Diego Armando Maradona yang sukses membawa Napoli juara Liga Europa (UEFA Cup) pada musim 1988--1989.



(ACF)