Setahun, Pertamina Harus Tuntaskan Likuidasi Petral

Arga sumantri    •    Jumat, 15 May 2015 08:27 WIB
petral
Setahun, Pertamina Harus Tuntaskan Likuidasi Petral
Anak perusahaan PT Pertamina Persero, Petral. (energytoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Antimafia Migas bentukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan agar Pertamina membubarkan salah satu anak perusahaannya, Petral. Sebab, perusahaan itu disinyalir kental dengan praktik mafia migas yang sudah berlangsung sejak lama.

Wianda Pusponegoro, VR Corporate Communication Pertamina menyatakan, pihaknya siap untuk mengikuti kebijakan pemerintah soal pembubaran Petral. Pertamina mengaku diberi waktu satu tahun untuk menyelesaikan proses melikuidasi Petral Group.

"Per 13 Mei 2015 Petamina sudah dapat dukungan Kementerian BUMN dan ESDM untuk melikuidasi Petral Grup. Kita diminta menyelesaikan dalam waktu satu tahun, April kami diminta sudah harus bisa menyelesaikan prosesnya," kata Wianda Pusponegoro dalam dialog Bincang Pagi Metro TV, Jumat (15/5/2015).

Diakui Wianda, ini jadi tantangan besar bagi Pertamina untuk melakukan tahapan demi tahapan dalam proses melikuidasi Petral sebaik mungkin. Pertamina pun sudah membentuk tim yang bertugas untuk mengaudit Petral.

"Sekarang ini kita sedang lakukan proses selanjutnya dalam rangka melikuidasi Petral agar selesai dengan proses yang baik. Kita pun sudah ada tim yang akan lakukan audit investigasi terhadap Petral," lanjutnya.

Hasil audit investigasi itu, kata Wianda, nantinya juga akan jadi landasan Pertamina memilih orang-orang yang sekiranya masih layak dipertahanakan dari perusahaan Petral.

"Untuk menentukan mana yang harus dipetahankan atau tidak orang-orangnya, kita lihat dari hasil audit, temuannya seperti apa baru kita tindak lanjuti," ujar Wianda.

Petral adalah anak perusahaan Pertamina yang selama ini mengurusi soal pengadaan minyak impor. Dalam prakteknya, Petral disebut kental dengan praktek mafia migas dan menjadi alat kendali asing untuk merecoki impor BBM di Indonesia. Pascadibubarkan, impor BBM untuk kebutuhan Nasional kini dipegang dipegang Pertamina melalui Integrated Supply Chain (ISC).

Sebelumya, Pemerintah, melalui Kementerian ESDM membentuk Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi, atau lazim disebut Tim Antimafia Migas untuk menyelidiki Petral Group. Dari hasil penelusuran, Tim Antimafia Migas merekomendasikan agar Pertamina membubarkan anak perusahaannya itu. Akhirnya, Direksi Pertamina pun secara resmi mengumumkan pembubaran Petral dua hari yang lalu.


(MEL)