KPAI: Orangtua Pengusir Anaknya akan Tes Kejiwaan Siang Ini

Aedy azeza ulfi    •    Jumat, 15 May 2015 13:35 WIB
penelantaran anak
KPAI: Orangtua Pengusir Anaknya akan Tes Kejiwaan Siang Ini
Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda--Metrotvnews.com/Aedy Azeza Ulfi

Metrotvnews.com, Jakarta: Orangtua yang mengusir anaknya, Utomo dan Nurindiah akan melakukan tes kejiwaan siang ini. Sementara kelima anaknya akan dilakukan tes psikologi.

"Rencana hari ini tes kejiwaan terhadap orang tua, dan anak tes psikologi. Hasil visum luka di tubuh anak juga siang ini," kata Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, Jumat (15/5/2015).

Menurut Erlinda, tes kejiwaan terhadap orang tua dilakukan karena ada tanda-tanda kelainan perilaku. Di tubuh D ditemukan tanda penganiayaan berupa luka di kaki. D juga diusir dari rumah selama satu bulan.

Ia katakan bahwa keluarga Utomo cukup tertutup di kalangan warga. Selain D, Utomo dan Istri miliki empat anak lain. "Warga katakan, empat anak lain dilarang keluar rumah," ucapnya di Gedung Pelayanan Perlindungan Anal (PPA) Polda Metro Jaya.

Tak hanya itu, keadaan rumah pun sangat berantakan dan tak layak menjadi tempat tinggal. "Rumahnya sangat berantakan, banyak sampah, dan tidak layak," ujarnya.

Sebelumnya aparat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap kedua orangtua yang mengusir anaknya, inisial D, di Cibubur. Ayah kandung korban, Utomo, berkerja sebagai dosen di sebuah sekolah tinggi di Cileungsi, Bogor. Sedangkan ibu kandung korban hanya ibu rumah tangga. Keduanya ditangkap sekitar pukul 12.00 WIB di Perumahan Citra Gran Cluster Nusa II Blok E nomor 37, Cibubur, Pondok Gede, Bekasi.

Kedua orangtua kandung korban melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76 b dan 77 b. Ancaman hukuman lima tahun penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp100 juta.


(YDH)