AS Minta Pengungsi Rohingya Diselamatkan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 15 May 2015 13:57 WIB
rohingya
AS Minta Pengungsi Rohingya Diselamatkan
Pengungsi Rohingya tidak ada yang tampung (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) mendesak negara-negara Asia Tenggara agar bekerja sama untuk menyelamatkan nyawa para pengungsi Rohingya dan Bangladesh.
 
Desakan disampaikan AS, setelah banyaknya  pengungsi Rohingya dan migran Bangladesh yang terdampar di laut.
 
"Banyak nyawa dalam bahaya, dan bahwa para duta besar Amerika menyampaikan masalah itu kepada pemerintah di Malaysia, Indonesia dan Thailand," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jeff Rathke, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (15/5/2015).
 
"Myanmar juga perlu memenuhi komitmen untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di negara bagian Rakhine," tegasnya.
 
Menurut Rathke, hingga saat ini puluhan ribu minoritas Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan sektarian. Sejauh ini belum ada negara di Asia Tenggara yang bersedia menampung mereka.
 
Pada Kamis (14/5/2015), Malaysia mengusir dua perahu pengungsi yang penuh sesak dan Thailand membiarkan kapal besar dengan ratusan orang lapar di dalamnya tetap terkatung-katung di lepas pantai.
 
"Ini adalah masalah regional yang memerlukan solusi regional," jelas Rathke, ketika ditanya apakah AS akan memberikan bantuan untuk mengatasi pengungsi Rohingya.
 
Sebelumnya, pemerintah negara-negara Asia Tenggara tetap menyatakan keengganan mereka menerima para migran berperahu yang ditinggalkan para penyelundup mereka di tengah laut, yang memperburuk krisis kemanusiaan yang telah parah.
 
Para aktivis memperkirakan, sebanyak delapan ribu migran berada di dalam perahu yang terus terapung di laut, tanpa makanan dan minuman yang cukup, setelah Thailand menumpas jaringan penyelundup manusia. 
 
Malaysia dan Thailand menyatakan bahwa para migran yang malang itu bukan menjadi tanggungjawab mereka. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak bisa memaksa kapal para pengungsi untuk berlabuh, karena mereka tidak ingin ke Indonesia.
 
Sementara Deputi Menteri Dalam Negeri Malaysia Wan Junaidion mengutarakan, negerinya terpaksa mengirim pesan yang jelas, bahwa mereka tidak dapat diterima di negeri itu.
 
Para pejabat Malaysia lainnya menyatakan bahwa patroli-patroli laut dan udara diperkuat untuk mencegah migrasi ilegal. Awal minggu ini, lebih dari seribu manusia perahu itu berenang ke pantai-pantai Malaysia. Menurut para pejabat, mereka kini ditampung di kamp-kamp penampungan, sementara persiapan sedang dilakukan untuk mengirim mereka kembali ke tempat-tempat lain.
 
Hampir 600 migran juga berhasil diselamatkan oleh angkatan laut Indonesia, Minggu (10/5/2015). Kini mereka ditampung di Aceh utara sementara pemerintah berkonsultasi dengan PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya.



(FJR)