PT Yanaprima Hastapersada Keluhkan Tingginya Ketimpangan UMR

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 15 May 2015 14:04 WIB
emiten
PT Yanaprima Hastapersada Keluhkan Tingginya Ketimpangan UMR
Ilustrasi. MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Keuangan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), Rinawati mengatakan, Upah Minimum Regional (UMR) masih menimbulkan ketimpangan daya saing antar perusahaan-perusahaan yang berdomisili di berbagai kota.

"Perseroan mengalami penurunan laba yang sangat tajam karena adanya diskrepansi upah yang sangat tinggi di antara berbagai kota," ujarnya usai Public Expose Perusahan di Gedung Graha Irama, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2015).

Dia menambahkan, peraturan pemerintah untuk upah sektoral yang hanya untuk perusahaan terbuka juga sangat membebani struktur biaya perseroan.

Untuk itu, perusahaan berencana akan merelokasi pabrik yang sekarang ada ke wilayah Selatan Jawa Timur atau Jawa Tengah, dengan relokasi pabrik ditargetkan. selesai pada tahun 2016. Dengan estimasi UMR-nya masih rendah dan sesuai dengan sifat usaha perusahaan yang padat karya.

"(Pemindahan pabrik) Menghindari UMR yang tinggi sekali. Perbedaan yang ada di antara industri sentra plastik itu berbeda jauh sekali, Rp1,26 juta di kota lain kalau kita Rp 2,97 juta. Pasar lesu, (sementara produksi) oversupply," pungkasnya.

Yanaprima merupakan perusahaan yang memproduksi karung transparan, karung laminasi, dan kantong semen yang memiliki kantor di tiga daerah yaitu Surabaya, Jakarta, dan Makassar. Sementara untuk pabriknya, belokasi di Sidoarjo dan Surabaya dengan 328 karyawan per 31 Desember 2014.


(WID)

KPK Bantah Ada Negosiasi di Kasus KTP-el

KPK Bantah Ada Negosiasi di Kasus KTP-el

1 hour Ago

Tudingan adanya negosiasi dalam kasus korupsi KTP elektronik dibantah Ketua KPK Agus Raharjo. S…

BERITA LAINNYA