Orangtua Pengusir Anak Diduga Kesulitan Ekonomi

K. Yudha Wirakusuma    •    Jumat, 15 May 2015 14:41 WIB
penelantaran anak
Orangtua Pengusir Anak Diduga Kesulitan Ekonomi
Orangtua yang mengusir anaknya, Utomo dan Nurindiah--Metrotvnews.com/Husain Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Orangtua yang mengusir anaknya,  D, di Cibubur diduga tertekan secara psikis. Biasanya tekanan berangkat dari faktor ekonomi.

"Mungkin dari sosiologi ada kemungkinan tekanan psikis yang besar, sehingga iklim rumah tangga yang menekan, biasanya kesulitan ekonomi," kata pengamat sosial Ahmad Chusairi, saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Jumat (15/5/2015).

Kesulitan ekonomi, lanjutnya, dapat membuat orangtua D kehabisan akal, hingga mengusir anaknya keluar rumah. Masalah yang menimpa kedua orangtuanya kemungkinan tak mampu diatasi. "Tekanan emosi ini bisa menyebabkan orangtua berlaku kasar," imbuhnya.

Dia menambahkan, apa yang menimpa D akan berdampak pada psikologinya. D bisa saja trauma dan untuk menghilangkan taumanya agak lama. "Mungkin sebaiknya dalam waktu dekat D tidak didampingi oleh keluarga intinya. Sebaiknya pendampingan orang di luar keluarga intinya," pungkasnya.

Orangtua yang mengusir anaknya, Utomo dan Nurindiah akan melakukan tes kejiwaan siang ini. Menurut  Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda, tes kejiwaan terhadap orangtua dilakukan karena ada tanda-tanda kelainan perilaku. Di tubuh D ditemukan tanda penganiayaan berupa luka di kaki. D juga diusir dari rumah selama satu bulan.


(YDH)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

50 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA