PPP Romahurmuziy Berduka atas Meninggalnya Usman Ja'far

Al Abrar    •    Jumat, 15 May 2015 15:09 WIB
ppp
PPP Romahurmuziy Berduka atas Meninggalnya Usman Ja'far
Usman Jafar. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: DPP PPP kepemimpinan Romahurmuziy menyatakan duka cita atas meninggalnya anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PPP Usman Ja'far.

"Almarhum adalah sosok anggota yang kalem dan penuh kearifan. Karenanya pada 2009-2014 ditempatkan sebagai anggota Badan Kehormatan DPR," ujar Romi, panggilan akrab Romahurmuziy, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2015).

Romi mengatakan Usman sangat berpengalaman, baik sebagai profesional maupun politikus. "Pengalamannya yang beragam, mulai karir profesional sebagai Dirut Pasaraya hingga Gubernur Kalimantan Barat menjadikan beliau mumpuni sebagai rujukan," lanjut Romi.

Romi menuturkan dengan pertimbangan yang matang, Fraksi PPP menempatkan Usman sebagai anggota Komisi V (infrastruktur) dan Komisi VI (BUMN dan Perindustrian dan Perdagangan) hingga akhir hayatnya. Romi menuturkan dirinya biasa memanggil Usman dengan sebutan Uje, akronim dari namanya.

Mantan Sekjen PPP itu kemudian menceritakan kisah saat dirinya melamar Usman untuk jadi calon legislatif PPP pada 2008. Romi saat itu sengaja mendatangi Usman, yang kala itu baru lengser sebagai Gubernur Kalimantan Barat, di kantornya di Jalan Saharjo, Jakarta Selatan.

"Kata Uje, 'Untuk apalagi, saya ingin kembali ke bisnis.' Lalu saya sampaikan 'Bapak masih dikehendaki untuk meneruskan pengabdian kepada rakyat Kalbar, khususnya warga PPP.' Dan alhamdulillah beliau dua kali terpilih mewakili PPP di 2009 dan 2014," papar Romi.

Usman juga tercatat sebagai Wakil Ketua Majelis DPP PPP 2011-2014. "Saya merasa sangat kehilangan anggota DPR yang tidak pernah neko-neko. Selamat jalan Uje," kenang Romi.  

Usman meninggal, Jumat (15/5/2015) pukul 06.15 WIB karena sakit jantung. Usman merupakan Gubernur Kalimantan Barat periode 2003-2008. Pada 2009-2014, ia melanjutkan karir di DPR. Periode 2014-2019, pria berkacata mata itu kembali terpilih jadi anggota dewan.

 


(KRI)