Begini Gaya RA Selama di Rusun Petamburan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 15 May 2015 16:45 WIB
prostitusi artis
Begini Gaya RA Selama di Rusun Petamburan
RA (Foto: Antara/ Reno Esmir)

Metrotvnews.com, Jakarta: RA alias Obbie menjadi perhatian publik setelah terkuaknya kasus prostitusi papan atas yang melibatkan artis dan model. RA diketahui sebagai mucikari yang memiliki 200 koleksi wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan harga Rp 80 juta hingga Rp 200 juta.
 
Dengan besaran harga tersebut, RA mendapatkan uang Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan selama dua tahun menjadi mucikari. Namun, dengan uang sebanyak itu, ternyata RA lebih dikenal sebagai sosok yang sederhana di tempat tinggalnya rumah susun (Rusun) Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Ketua RW 11, Yakub Firdaus mengatakan, sehari-harinya RA tidak pernah menunjukan kemewahannya dalam berpakaian maupun dalam bergaul dengan warga sekitar Rusun Petamburan.
 
"Biasa saja dia di sini sederhana, tidak pernah glamor," kata Yakub kepada Metrotvnews.com, Jumat (15/5/2015).
 
RA, sosok yang cuek dalam berpakaian. Dia kerap mengenakan celana pendek dan kaos singlet saat berkumpul dengan warga sekitar. "Kalau sudah berpakaian rapi berarti mau pergi. Tapi kalau di sini biasa saja, pakai celana pendek. Cuek orangnya," ujar dia.
 
Bahkan, RA tidak memiliki kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil. Sehari-hari, RA berpergian menggunakan kendaraan umum atau ojek. "Dia tidak punya itu (mobil atau motor). Perginya naik ojek atau taksi," katanya.
 
RA diketahui tinggal di Rusun Petamburan dengan biaya sewa Rp1,5 juta per bulan. RA ditangkap polisi bersama artis berinisial AA pada Jumat, 8 Mei, malam di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.
 
Menurut pengakuan RA, artis atau model yang berada di bawah naungannya dibayar dengan harga Rp 80 juta hingga Rp 200 juta per tiga jam. Beberapa barang bukti diamankan petugas seperti uang tunai Rp45 juta, dua pakaian dalam, dan satu unit HP BlackBerry. Tersangka RA dikenakan Pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun empat bulan.


(FZN)